Efek Samping Jamu Kunyit Asam
Lifestyle

13 Efek Samping Jamu Kunyit Asam Dikonsumsi Berlebihan

Kunyit telah lama dikenal sebagai salah satu rempah yang memiliki segudang manfaat kesehatan. Dalam bentuk jamu kunyit asam, rempah ini semakin populer karena dipercaya bisa membantu berbagai masalah kesehatan, mulai dari meningkatkan sistem pencernaan hingga meredakan nyeri haid. Namun, di balik semua manfaatnya, konsumsi jamu kunyit asam dalam jumlah yang berlebihan bisa menimbulkan berbagai efek samping yang tak bisa dianggap remeh.

Efek Samping Jamu Kunyit Asam

Berikut beberapa efek samping minum jamu kunyit asam secara berlebihan tanpa dosis yang tepat.

1. Mengganggu Fungsi Pencernaan

Salah satu efek samping yang paling umum dari konsumsi jamu kunyit asam berlebihan adalah gangguan pada saluran pencernaan. Perpaduan antara kunyit dan asam jawa yang kaya akan zat asam bisa merangsang produksi asam lambung berlebih. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti perut kembung, mulas, dan bahkan memicu serangan GERD (gastroesophageal reflux disease).

Untuk mereka yang sudah memiliki masalah lambung seperti maag atau GERD, konsumsi jamu kunyit asam harus dibatasi atau bahkan dihindari. Naiknya kadar asam lambung bisa menyebabkan ketidaknyamanan yang cukup parah, seperti rasa terbakar di dada dan kesulitan menelan.

2. Memicu Mual dan Muntah

Curcumin, zat aktif dalam kunyit, memang dikenal memiliki manfaat untuk meredakan mual dan muntah jika dikonsumsi dalam dosis yang tepat. Namun, jika dosisnya berlebihan, efeknya justru sebaliknya. Konsumsi jamu kunyit asam yang berlebihan dapat memicu rasa mual dan muntah yang berkelanjutan. Kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan, jika tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan dehidrasi.

3. Menyebabkan Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan salah satu efek samping yang bisa muncul akibat konsumsi jamu kunyit asam dalam dosis tinggi. Meskipun kunyit bisa membantu meredakan sakit kepala berkat sifat antiinflamasinya, konsumsi yang berlebihan justru bisa menimbulkan efek sebaliknya. Sakit kepala yang berkelanjutan dapat menurunkan kualitas hidup seseorang dan mengganggu produktivitas.

4. Alergi

Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap kunyit atau asam jawa. Reaksi alergi ini bisa bervariasi, mulai dari gejala ringan seperti gatal-gatal dan ruam kulit, hingga gejala yang lebih serius seperti pembengkakan pada bibir, lidah, atau tenggorokan, yang bisa menghambat pernapasan. Bila kamu merasakan gejala-gejala tersebut setelah mengonsumsi jamu kunyit asam, segera hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan dokter.

5. Gangguan Ginjal

Kunyit mengandung oksalat, senyawa yang dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Oksalat bisa berikatan dengan kalsium di dalam tubuh dan membentuk kristal yang kemudian mengendap di ginjal. Ini bisa menyebabkan nyeri yang sangat hebat dan memerlukan penanganan medis. Oleh karena itu, bagi kamu memiliki riwayat batu ginjal atau masalah ginjal lainnya, sebaiknya hindari konsumsi jamu kunyit asam dalam dosis tinggi.

6. Pengaruh pada Gula Darah

Curcumin dalam kunyit memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar gula darah. Ini bisa bermanfaat bagi penderita diabetes. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, hal ini bisa menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah. Hipoglikemia bisa menyebabkan gejala seperti pusing, lemah, keringat dingin, dan dalam kasus yang parah bisa menyebabkan kehilangan kesadaran.

7. Menghambat Penyerapan Zat Besi

Konsumsi kunyit dalam jumlah besar dapat menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh. Ini bisa menyebabkan anemia defisiensi besi, yang ditandai dengan gejala seperti lelah yang berlebihan, kulit pucat, dan sesak napas. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak mengonsumsi kunyit dalam dosis yang terlalu tinggi, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi mengalami anemia.

8. Pengencer Darah

Kunyit memiliki sifat anti-koagulan, yang berarti bisa mengencerkan darah. Ini bisa bermanfaat untuk mencegah pembekuan darah, tetapi jika dikonsumsi dalam jumlah besar, kunyit bisa meningkatkan risiko pendarahan. Orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin atau aspirin harus sangat berhati-hati dalam mengonsumsi jamu kunyit asam, karena dapat meningkatkan risiko pendarahan serius.

9. Mengganggu Kesehatan Kulit

Pada beberapa kasus, konsumsi kunyit dalam dosis yang sangat tinggi telah dilaporkan menyebabkan ruam kulit dan iritasi. Ini biasanya terjadi pada dosis yang sangat tinggi, lebih dari 8000 mg curcumin per hari. Ruam dan iritasi kulit ini bisa sangat mengganggu dan membutuhkan perawatan medis.

10. Mengganggu Kehamilan

Bagi ibu hamil, konsumsi kunyit, terutama dalam bentuk jamu kunyit asam, harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Kunyit diketahui dapat merangsang kontraksi rahim, yang bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur atau bahkan keguguran. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jamu kunyit asam selama kehamilan.

11. Pengaruh pada Gigi

Kandungan asam dalam asam jawa bisa berdampak negatif pada gigi jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Asam bisa mengikis enamel gigi, lapisan terluar yang melindungi gigi. Jika enamel terkikis, gigi menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap kerusakan. Sensitivitas gigi bisa menyebabkan rasa ngilu atau nyeri saat mengonsumsi makanan atau minuman panas atau dingin.

12. Mengencerkan Darah

Efek pengencer darah dari kunyit bisa bermanfaat untuk kesehatan jantung dengan mencegah pembekuan darah. Namun, bagi mereka yang sudah mengonsumsi obat pengencer darah, jamu kunyit asam bisa meningkatkan risiko pendarahan. Ini bisa menjadi masalah serius, terutama jika terjadi pendarahan internal yang sulit dideteksi.

13. Risiko Hipotensi

Curcumin dalam kunyit bisa membantu menurunkan tekanan darah. Namun, konsumsi dalam dosis besar bisa menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah, yang dikenal sebagai hipotensi. Hipotensi bisa menyebabkan gejala seperti pusing, lemah, dan bahkan pingsan. Bagi mereka yang sudah memiliki tekanan darah rendah, konsumsi jamu kunyit asam dalam jumlah besar harus dihindari.

Itulah beberapa efek samping minum jamu kunyit asem secara berlebihan bisa membawa lebih banyak kerugian daripada manfaat. Penting untuk selalu mengonsumsi kunyit dan jamu kunyit asam dalam dosis yang wajar dan memperhatikan reaksi tubuh terhadapnya.

Bila kamu mengalami efek samping setelah mengonsumsi jamu kunyit asam, sebaiknya segera hentikan konsumsi dan berkonsultasi dengan tenaga medis. Semoga informasi ini bermanfaat ya, terimakasih.

Baca juga:

Referensi

  1. Rahmawati, D., & Sari, I. N. (2020). Efek Samping Jamu Kunyit Asam Terhadap Kadar Asam Urat Darah pada Penderita Asam Urat. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(1), 1-6.
  2. Purwanti, S. D., & Effendi, D. S. (2019). Efektivitas dan Keamanan Pemberian Kapsul Kunyit (Curcuma longa L.) pada Pasien Dispepsia Fungsional. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 13(2), 189-194.
  3. Wijaya, I. P., & Ernawati, D. (2018). Efektivitas Jamu Kunyit Asam Terhadap Nyeri Haid Primer pada Remaja Putri. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(1), 1-7.
  4. Marlina, E., & Sari, R. I. (2017). Uji Efektivitas dan Keamanan Pemberian Kapsul Kunyit (Curcuma longa L.) 500 mg terhadap Nyeri Sendi Osteoartritis pada Lansia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 21(1), 33-38.
  5. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2018). Monografi Kunyit. BPOM. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/776/si-kuning-kunyit-kaya-manfaat
  6. Chueng, S. H., et al. (2013). Safety of turmeric and its major constituent curcumin: A review of clinical and preclinical data. Annals of the New York Academy of Sciences, 1056(1), 531-543.
  7. Shoba, G., et al. (2013). Curcumin and its role in cancer prevention and therapy. Journal of Cellular and Molecular Biology Research, 9(2), 222-233.