buah-buahan
Lifestyle

Diet Mayo: Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya

diet mayo

Diet Mayo adalah metode diet yang diciptakan oleh Mayo Clinic, sebuah organisasi medis non-profit yang berasal dari Amerika Serikat. Selain bertujuan untuk menurunkan berat badan, diet ini juga mendukung perubahan gaya hidup yang lebih sehat secara bertahap dan berkelanjutan.

Salah satu fokus utama dari diet ini adalah mengubah perilaku. Misalnya, menghindari makan sambil menonton televisi atau meningkatkan konsumsi buah dan sayur yang dikonsumsi setiap hari, sehingga membantu dalam penurunan berat badan dan menjaga berat badan tetap stabil.

Tujuan Diet Mayo

Diet Mayo memiliki tujuan untuk membantu mengurangi kelebihan berat badan dan menemukan pola makan yang lebih sehat. Tujuan ini tidak hanya berlaku untuk saat ini, tetapi juga untuk dipertahankan sepanjang hidup.

Diet Mayo didasarkan pada prinsip perubahan perilaku yang akan membantu menemukan motivasi intrinsik untuk menurunkan berat badan. Selain itu, metode ini juga membantu dalam menetapkan tujuan yang dapat dicapai dan belajar menghadapi rintangan dengan baik.

Baca juga: Cara Diet Tanpa Olahraga Untuk Memperoleh Tubuh Ideal

Manfaat Diet Mayo

Keuntungan utama dari diet mayo terletak pada fokus pada perubahan perilaku sehat, bukan sekadar menghitung kalori atau zat gizi makro. Salah satu alasan mengapa banyak diet tidak berhasil adalah karena begitu seseorang berhenti membatasi makanan tertentu dan kembali ke kebiasaan makan sebelum diet, berat badan cenderung naik kembali. Oleh karena itu, diet berupaya untuk mempertahankan perubahan perilaku yang berkelanjutan demi kesehatan jangka panjang.

Cara Melakukan Diet Mayo

Berikut adalah beberapa langkah untuk melakukan diet Mayo:

Konsultasikan dengan dokter

Sebelum memulai diet apa pun, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Mereka dapat membantu menentukan apakah diet Mayo sesuai untuk Anda dan memberikan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Perubahan pola makan

Diet Mayo mendorong perubahan pola makan yang sehat dan seimbang. Fokus pada asupan makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein berkualitas seperti daging tanpa lemak, ikan, dan produk susu rendah lemak. Hindari makanan olahan, makanan tinggi lemak jenuh, dan gula tambahan.

Perubahan perilaku

Diet Mayo juga menekankan pentingnya perubahan perilaku untuk mencapai hasil jangka panjang. Hindari makan sambil menonton televisi atau menggunakan gadget, dan cobalah untuk lebih fokus pada makanan yang Anda konsumsi. Perlahan-lahan ubah kebiasaan makan yang tidak sehat dan cari alternatif yang lebih baik.

Pemantauan asupan kalori

Meskipun diet tidak terlalu memperhatikan hitungan kalori secara ketat, penting untuk tetap memperhatikan jumlah kalori yang Anda konsumsi. Upayakan agar asupan kalori Anda berada dalam kisaran yang sesuai dengan tujuan penurunan berat badan Anda.

Olahraga dan aktivitas fisik

Selain perubahan pola makan, penting juga untuk menggabungkan olahraga dan aktivitas fisik ke dalam rutinitas harian Anda. Lakukan aktivitas fisik yang Anda nikmati, seperti berjalan, berlari, bersepeda, atau berenang, setidaknya 150 menit per minggu.

Pantau kemajuan dan jaga motivasi

Catat perkembangan Anda, baik dalam hal penurunan berat badan, perubahan ukuran pakaian, atau perubahan lain yang Anda rasakan. Tetapkan tujuan yang realistis dan jaga motivasi Anda selama perjalanan diet.

Baca juga: Diet 7 Hari Turun 15 Kg Tanpa Olahraga: Fakta atau Mitos?

Efek Samping Diet Mayo

Secara umum, diet mayo aman untuk kebanyakan orang dewasa. Diet ini mendorong konsumsi sayuran dan buah-buahan dalam jumlah tak terbatas, yang sebagian besar mengandung nutrisi penting dan serat yang baik untuk tubuh.

Namun, bagi mereka yang tidak terbiasa mengonsumsi serat dalam jumlah besar, mungkin akan mengalami sedikit gangguan pencernaan seperti perut kembung saat tubuh beradaptasi dengan pola makan baru ini.

Selain itu, gula alami dalam buah-buahan dapat memengaruhi asupan karbohidrat, terutama jika jumlah buah yang dikonsumsi cukup besar. Hal ini dapat sementara meningkatkan kadar gula darah atau lemak darah tertentu. Namun, efek ini biasanya akan berkurang seiring dengan penurunan berat badan.

Jika kamu memiliki diabetes atau kondisi kesehatan lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat menyesuaikan diet dengan kondisi kesehatan kamu. Misalnya, pengidap diabetes mungkin perlu membatasi konsumsi buah-buahan dan lebih fokus pada sayuran.

Selain itu, bagi individu yang memiliki riwayat masalah citra tubuh atau gangguan makan, perlu berhati-hati dalam menjalani diet mayo. Fase pertama diet ini dapat memicu hubungan yang tidak sehat dengan makanan. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan yang sesuai dengan kebutuhan dan kesehatan kamu.

Baca juga: Porsi Makan untuk Diet: Konsep, Tips, dan Contoh

Diet Mayo Harus Dihindari Oleh Orang Dengan Kondisi Tertentu

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan agar orang dewasa tidak mengonsumsi lebih dari 2.300 mg garam per hari, terutama bagi mereka yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi, seperti orang dewasa yang lebih tua.

Diet mayo yang mengurangi konsumsi garam dapat membantu menurunkan tekanan darah pada individu dengan tekanan darah tinggi. Di sisi lain, diet tinggi garam dapat meningkatkan risiko kanker perut. Meskipun demikian, manfaat lain dari diet mayo masih diperdebatkan, sehingga diet ini tidak cocok untuk semua orang.

Perlu diingat bahwa diet mayo dapat menyebabkan kelelahan, kelaparan, dan kelemahan pada beberapa orang. Seringkali, setelah menahan diri untuk tidak makan, individu yang menjalani diet mayo dapat tergoda untuk makan berlebihan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Oleh karena itu, diet ini sebaiknya dihindari oleh individu dengan tekanan darah rendah.

Diet mayo juga memiliki potensi untuk mempengaruhi kesehatan hormonal dan metabolisme secara negatif. Oleh karena itu, individu dengan gangguan hormon sebaiknya menghindari diet ini.

Selain itu, diet juga dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, seperti meningkatkan stres, rasa bersalah, dan kecemasan terkait pilihan makanan. Jika kamu rentan terhadap masalah kesehatan mental, sebaiknya juga menghindari diet ini.

Memang benar bahwa menghindari makanan tinggi garam dan tidak sehat seperti makanan cepat saji bermanfaat untuk kesehatan. Namun, sebenarnya orang yang sehat tidak perlu menghindari konsumsi garam sepenuhnya saat menjalani diet. Penting untuk diingat bahwa menjaga kesehatan secara menyeluruh sama pentingnya dengan menurunkan berat badan demi tujuan estetika.

Baca juga: Diet Seminggu Turun 10 Kg atau 5 kg, Mitos atau Fakta?

Kesimpulan

Diet mayo memiliki keuntungan dalam mengurangi konsumsi garam dan menurunkan tekanan darah pada individu dengan tekanan darah tinggi. Namun, diet ini juga memiliki potensi dampak negatif terutama pada individu dengan tekanan darah rendah, gangguan hormon, atau kerentanan terhadap masalah kesehatan mental.

Selain itu, manfaat lain dari diet mayo masih menjadi perdebatan dan diet ini mungkin tidak cocok untuk semua orang. Memperhatikan kesehatan secara keseluruhan, termasuk menjaga pola makan yang seimbang dan menghindari makanan tidak sehat, adalah faktor penting dalam menjaga kesehatan. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai diet mayo atau diet lainnya, untuk memastikan kecocokan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan individu.

Referensi

  1. Mayo Clinic. (2021). Mayo Clinic Diet: A weight-loss program for life.
  2. Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Sodium:
  3. Sacks, F. M., Svetkey, L. P., Vollmer, W. M., Appel, L. J., Bray, G. A., Harsha, D., … & Karanja, N. (2001). Effects on blood pressure of reduced dietary sodium and the Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet. New England Journal of Medicine, 344(1), 3-10.
  4. World Cancer Research Fund/American Institute for Cancer Research. (2018). Continuous Update Project Expert Report 2018: Diet, Nutrition, Physical Activity and Stomach Cancer.
  5. Harvard Health Publishing. (2021). The truth about fats: the good, the bad, and the in-between.
  6. Crichton, G. E., Bryan, J., & Buckley, J. (2012). Fiber intake and cognitive function: a systematic review of randomized controlled trials. International Journal of Food Sciences and Nutrition, 63(8), 881-895.
  7. https://www.halodoc.com/kesehatan/diet-mayo