Jenis Lidah Mertua
Jenis lidah mertua mencakup lebih dari 70 spesies berbeda, dari sukulen gurun yang tahan kering hingga varietas yang menyukai kelembapan tropis. Selain itu, banyak pehobi menyebut tanaman tersebut tanaman ular atau snake plant. Daunnya tegak, kaku, dan sering berbentuk pedang. Tanaman itu bertahan di ruangan redup, mentoleransi lupa disiram, dan tetap tampil rapi tanpa banyak perawatan. Oleh karena itu, lidah mertua menjadi pilihan utama pemula yang ingin mulai mengoleksi tanaman hias.
Kamu akan menemukan dua hal dalam artikel ini. Pertama, peta klasifikasi membantumu memahami nama lama dan nama baru. Kedua, tabel perbandingan mempermudah pemilihan jenis sesuai ruang dan selera.
Perubahan Klasifikasi: Dari Sansevieria ke Dracaena
Para ahli botani memindahkan genus Sansevieria ke dalam genus Dracaena, sehingga nama ilmiah jenis lidah mertua berubah. Misalnya, Sansevieria trifasciata kini bernama Dracaena trifasciata. Namun, toko tanaman, katalog, dan pehobi masih memakai kedua nama secara bergantian. Karena itu, kamu sebaiknya mencantumkan nama lama dan nama baru saat mencari tanaman di marketplace atau komunitas.
Perubahan nama tidak mengubah karakter tanaman. Sebaliknya, semua jenis tetap memiliki daun tebal berdaging yang menyimpan air, sehingga tanaman tersebut tergolong sukulen.
Pengelompokan Jenis Lidah Mertua Berdasarkan Bentuk Daun
Kamu bisa mengenali jenis lidah mertua dengan cepat lewat bentuk daunnya. Dengan demikian, pengelompokan berikut membantumu menyaring pilihan sebelum membeli.
| Kelompok bentuk daun | Ciri utama | Contoh jenis |
|---|---|---|
| Pedang pipih tegak | Daun panjang, rata, tumbuh vertikal | ‘Laurentii’, ‘Bantel’s Sensation’, ‘Black Gold’, ‘Moonshine’ |
| Roset kompak (sarang burung) | Daun pendek bergerombol membentuk roset | ‘Hahnii’, ‘Twisted Sister’, ‘Jade Pagoda’ |
| Segitiga terbalik | Daun lebar di ujung, menyempit di pangkal | ‘Futura Robusta’, ‘Black Jack’, ‘Whitney’, ‘Futura Superba’ |
| Silindris (tabung) | Daun bulat panjang seperti tongkat | D. angolensis, D. bacularis, D. canaliculata, D. ballyi |
| Daun tebal melebar atau menjuntai | Daun kaku, menyebar atau terkulai | D. pethera, D. patens, D. masoniana, D. pinguicula |
Jenis Lidah Mertua dari Spesies Dracaena trifasciata
Dracaena trifasciata menghasilkan kultivar terbanyak. Kolektor menyukainya karena warna daunnya bervariasi, mulai dari hijau tua, perak, hingga tepi kuning keemasan. Selanjutnya, tabel di bawah memisahkan kultivar berdasarkan ukuran agar kamu lebih mudah membandingkan.
1. Kultivar Bertubuh Tinggi
Kultivar tinggi cocok untuk sudut ruangan atau samping sofa. Selain itu, tinggi dewasanya memberi kesan vertikal yang tegas.
| Nama kultivar | Nama lama | Tinggi dewasa | Ciri daun |
|---|---|---|---|
| ‘Laurentii’ | Sansevieria trifasciata ‘Laurentii’ | ± 120 cm | Hijau tua, garis zig-zag hijau muda, tepi kuning |
| ‘Bantel’s Sensation’ | Sansevieria trifasciata ‘Bantel’s Sensation’ | ± 90 cm | Ramping, garis vertikal putih |
| ‘Black Gold’ | Sansevieria trifasciata ‘Black Gold’ | ± 90 cm | Hijau tua, tepi emas cerah |
| ‘Silver Queen’ | Sansevieria trifasciata ‘Silver Queen’ | ± 90 cm | Hijau keperakan, garis hijau muda |
| ‘Black Limon’ | Sansevieria laurentii ‘Black Limon’ | ± 90 cm | Hijau tua, tepi kuning cerah, tahan kekeringan |
| ‘Metallica’ | Sansevieria trifasciata ‘Metallica’ | ± 90 cm | Garis vertikal abu-abu metalik, pertumbuhan lambat |
Laurentii menjadi wajah tanaman lidah mertua bagi kebanyakan orang. Tepi kuning pada daunnya membuat tampilannya menonjol di sudut ruangan mana pun. Selain itu, penggemar feng shui menyukai tanaman tersebut karena daunnya yang berbentuk pedang dipercaya memotong energi negatif.
2. Kultivar Kompak untuk Ruang Sempit
Kalau kamu hanya punya rak kecil atau meja kerja, pilih kultivar bergaya sarang burung atau roset kecil. Misalnya, Hahnii tumbuh cepat dan rapat, sedangkan Twisted Sister menawarkan daun melilit yang unik.
| Nama kultivar | Nama lama | Tinggi dewasa | Ciri daun |
|---|---|---|---|
| ‘Hahnii’ | Sansevieria trifasciata ‘Hahnii’ | ± 45 cm | Roset mini, garis horizontal putih krem |
| ‘Twisted Sister’ | Sansevieria trifasciata ‘Twisted Sister’ | ± 38 cm | Daun melilit, kuning keemasan dan hijau |
| ‘Jade Pagoda’ | Sansevieria trifasciata ‘Jade Pagoda’ | ± 25 cm | Tepi kuning bergelombang, daun tebal |
| ‘Golden Flame’ | Sansevieria trifasciata ‘Golden Flame’ | ± 45 cm | Hijau keabu-abuan, garis kuning keemasan |
3. Kultivar Berdaun Segitiga Terbalik
Kultivar kelompok tersebut membentuk roset dengan daun lebar yang tumbuh tegak. Di samping itu, tinggi dewasanya sedang sehingga pas untuk meja samping atau lantai.
| Nama kultivar | Nama lama | Tinggi dewasa | Ciri daun |
|---|---|---|---|
| ‘Futura Robusta’ | Sansevieria trifasciata ‘Futura Robusta’ | ± 60 cm | Bercak hijau keperakan |
| ‘Moonshine’ | Sansevieria trifasciata ‘Moonshine’ | ± 60 cm | Hijau keperakan, hampir putih saat muda |
| ‘Black Jack’ | Sansevieria trifasciata ‘Black Jack’ | ± 38 cm | Kompak, tepi hijau kekuningan |
| ‘Black Robusta’ | Sansevieria trifasciata ‘Black Robusta’ | ± 40 cm | Hijau tua, garis perak berbintik |
| ‘Whitney’ | Sansevieria trifasciata ‘Whitney’ | ± 40 cm | Corak hijau muda dan tua di tepi daun |
| ‘Futura Superba’ | Sansevieria trifasciata ‘Futura Superba’ | ± 38 cm | Hijau keabu-abuan gelap, pinggiran kuning tebal |
Jenis Lidah Mertua dari Spesies Dracaena Lain
Selain D. trifasciata, banyak spesies lain menawarkan bentuk daun yang tidak biasa. Namun, sebagian tergolong tanaman langka, sehingga kamu mungkin harus memesannya dari pemasok khusus.
1. Spesies Berdaun Silindris
Spesies silindris memiliki daun bulat seperti tongkat. Akibatnya, tampilannya berbeda tajam dari kultivar berdaun pipih.
| Spesies | Nama lama | Tinggi dewasa | Keunikan |
|---|---|---|---|
| D. angolensis (tanaman tombak Afrika) | Sansevieria cylindrica | ± 180 cm | Daun silindris melengkung, tumbuh lambat |
| D. angolensis ‘Starfish’ | Sansevieria cylindrica var. patula | ± 30 cm | Daun tebal melebar seperti bintang laut |
| D. bacularis | Sansevieria bacularis | ± 180 cm | Silindris lebih tipis daripada D. angolensis |
| D. suffruticosa | Sansevieria suffruticosa | ± 90 cm | Alur tengah di separuh atas daun |
| D. canaliculata | Sansevieria canaliculata | ± 90 cm | Daun tumbuh individual dengan alur khas |
| D. ballyi (tanaman ular kerdil) | Sansevieria ballyi | ± 15 cm | Sangat kecil, daun tipis melengkung ke dalam |
| D. ‘Fernwood’ | Sansevieria ‘Fernwood’ | ± 90 cm | Hibrida D. parva dan D. suffruticosa, rimbun |
| D. francisii | Sansevieria francisii | ± 60 cm | Barisan daun rapat dan saling bersilangan |
Beberapa spesies mudah tertukar. Misalnya, D. bacularis tampak mirip D. angolensis, tetapi daunnya lebih tipis. Selain itu, penjual sering salah melabeli D. ‘Fernwood’ sebagai kedua spesies tersebut, padahal alur vertikal pada daunnya jelas terlihat.
2. Spesies Berdaun Lebar, Tebal, atau Menyebar
Kelompok tersebut menampilkan bentuk daun paling dramatis. Oleh sebab itu, para kolektor sering memburunya untuk melengkapi koleksi.
| Spesies | Nama lama | Tinggi dewasa | Keunikan |
|---|---|---|---|
| D. pearsonii (rumput badak) | Sansevieria pearsonii | ± 120 cm | Daun tegak berusuk, sulit ditemukan |
| D. pethera (sansevieria bintang) | Sansevieria kirkii | ± 90 cm | Tepi bergelombang kemerahan, daun terkulai saat dewasa |
| D. patens | Sansevieria patens | ± 90 cm | Daun menyebar acak, berlekuk dalam |
| D. hanningtonii | Sansevieria ehrenbergii | ± 150 cm | Daun biru kehijauan, tebal dan runcing |
| D. zeylanica | Sansevieria zeylanica | ± 90 cm | Daun zaitun dengan garis horizontal berliku |
| D. parva (hyacinth Kenya) | Sansevieria parva | ± 45 cm | Bunga harum, berbunga lebih sering |
| D. pinguicula (sansevieria berjalan) | Sansevieria pinguicula | ± 30 cm | Daun mirip agave, berduri tajam |
| D. masoniana (sirip paus) | Sansevieria masoniana | ± 120 cm | Daun sangat lebar dengan bercak mencolok |
| D. concinna | Sansevieria concinna | ± 45 cm | Daun berbentuk sendok |
| D. aubrytiana | Sansevieria aubrytiana | ± 60 cm | Corak marmer putih pada daun mengkilap |
| D. stuckyi | Sansevieria stuckyi | ± 180 cm | Berubah bentuk dan warna seiring usia |
Cara Merawat Semua Jenis Lidah Mertua
Semua jenis lidah mertua menuntut perawatan yang hampir sama. Dengan demikian, kamu cukup menguasai lima prinsip dasar berikut.
| Aspek | Panduan praktis |
|---|---|
| Cahaya | Beri cahaya terang tidak langsung. Tanaman tetap hidup di tempat redup, tetapi sinar matahari langsung berlebih membakar daun. |
| Penyiraman | Siram hanya saat tanah benar-benar kering. Kelebihan air menjadi penyebab kematian paling umum. |
| Media tanam | Pakai media porous dengan drainase cepat, misalnya campuran tanah, pasir, dan sekam bakar. |
| Wadah | Pilih pot berlubang. Pot terakota membantu tanah cepat kering. |
| Pupuk | Beri pupuk sukulen encer sesekali pada musim tumbuh. |
Warna daun kultivar berwarna terang, seperti ‘Moonshine’, cepat menggelap di tempat teduh. Karena itu, tempatkan jenis tersebut di lokasi yang terang agar warnanya tetap cerah. Jika kamu ragu soal kelembapan tanah, gunakan alat pengukur kelembapan.
1. Pola Masalah yang Sering Muncul
Para pehobi yang merawat lidah mertua dalam jangka panjang melaporkan pola yang konsisten. Pertama, gejala paling awal biasanya berupa pangkal daun yang lunak dan berair, tanda akar mulai membusuk akibat penyiraman berlebih. Kemudian, pehobi yang mengurangi frekuensi siram dan memindahkan tanaman ke media lebih porous biasanya berhasil menyelamatkannya. Selain itu, mereka menyarankan menunda penyiraman satu atau dua hari saat ragu, sebab sukulen memaafkan kekeringan jauh lebih mudah daripada kelebihan air.
2. Keamanan bagi Hewan Peliharaan
Sebagian besar jenis lidah mertua beracun bagi kucing dan anjing. Oleh karena itu, jauhkan tanaman dari jangkauan hewan peliharaanmu, misalnya dengan menaruhnya di rak tinggi atau ruangan yang tertutup bagi mereka. Jika hewanmu menggigit daunnya, segera hubungi dokter hewan.
Cara Memilih Jenis Lidah Mertua yang Tepat
Kamu bisa menentukan pilihan dengan tiga pertimbangan sederhana.
- Ukuran ruang: pilih ‘Hahnii’, ‘Jade Pagoda’, atau D. ballyi untuk meja dan rak. Sebaliknya, pilih D. angolensis atau D. stuckyi untuk sudut lantai yang lapang.
- Tingkat kesulitan: pemula sebaiknya memulai dari ‘Laurentii’, ‘Black Gold’, atau ‘Black Limon’ karena ketiganya banyak tersedia dan tahan banting.
- Anggaran dan ketersediaan: spesies langka seperti D. pearsonii, D. francisii, dan D. canaliculata biasanya sulit ditemukan dan lebih mahal.
Bagikan artikel tersebut ke teman sesama pencinta tanaman, lalu ceritakan di kolom komentar jenis lidah mertua favoritmu.
Baca juga:
- Cara Menanam Sirih Gading di Aquarium dari Pengalaman Langsung untuk Pemula
- Cara Menanam Lidah Mertua Tanpa Akar: 7 Langkah Stek Daun Sampai Tumbuh Tunas (2026)
- Manggis: Buah Super dengan Antioksidan Tertinggi, Manfaat Klinis, dan Cara Budidaya
- Kopi Liberika Tungkal dari Lahan Gambut Jambi ke Cangkir Pecinta Kopi Nusantara
- Rahasia Cara Menanam Jahe agar Rimpang Besar dan Berkualitas Tinggi
FAQ
1. Ada berapa jenis lidah mertua?
Lidah mertua terdiri dari lebih dari 70 spesies, belum termasuk kultivar hasil persilangan. Selain itu, kolektor terus memperkenalkan kultivar baru, sehingga jumlahnya bertambah.
2. Apa jenis lidah mertua yang paling mudah dirawat untuk pemula?
Dracaena trifasciata ‘Laurentii’ dan ‘Black Gold’ menjadi pilihan terbaik untuk pemula. Keduanya mudah ditemukan, tumbuh kuat, dan tahan cahaya redup maupun lupa disiram.
3. Apakah lidah mertua sama dengan Sansevieria?
Ya. Sansevieria adalah nama lama genus tanaman tersebut. Ahli botani kini mengklasifikasikannya sebagai Dracaena, sehingga Sansevieria trifasciata bernama Dracaena trifasciata.
4. Seberapa sering saya harus menyiram lidah mertua?
Siram hanya ketika tanah benar-benar kering. Namun, frekuensinya bergantung pada cahaya, ukuran pot, dan suhu, jadi cek kelembapan tanah dahulu sebelum menyiram.
5. Apakah lidah mertua aman untuk kucing dan anjing?
Tidak. Sebagian besar jenis lidah mertua beracun bagi kucing dan anjing. Karena itu, tempatkan tanaman di lokasi yang tidak terjangkau hewan peliharaanmu.
Referensi
- ASPCA. (n.d.). Snake plant. American Society for the Prevention of Cruelty to Animals. https://www.aspca.org/pet-care/aspca-poison-control/toxic-and-non-toxic-plants/snake-plant
- Kim, J.-H., Kim, D.-K., Forest, F., Fay, M. F., & Chase, M. W. (2010). Molecular phylogenetics of Ruscaceae sensu lato and related families (Asparagales) based on plastid and nuclear DNA sequences. Annals of Botany, 106(5), 775–790. https://doi.org/10.1093/aob/mcq167
- Pet Poison Helpline. (n.d.). Sansevieria are toxic to pets. https://www.petpoisonhelpline.com/poison/sansevieria/
- Takawira-Nyenya, R., Mucina, L., Cardinal-McTeague, W. M., & Thiele, K. R. (2018). Sansevieria (Asparagaceae, Nolinoideae) is a herbaceous clade within Dracaena: Inference from non-coding plastid and nuclear DNA sequence data. Phytotaxa, 376(6), 254–276. https://doi.org/10.11646/phytotaxa.376.6.2
- Takawira-Nyenya, R., Thiede, J., & Mucina, L. (2021). New nomenclatural and taxonomic adjustments in Dracaena (Asparagaceae). Phytotaxa, 524(4), 293–300. https://doi.org/10.11646/phytotaxa.524.4.5
- Thu, Z. M., Myo, K. K., Aung, H. T., Armijos, C., & Vidari, G. (2020). Flavonoids and stilbenoids of the genera Dracaena and Sansevieria: Structures and bioactivities. Molecules, 25(11), 2608. https://doi.org/10.3390/molecules25112608
- van Kleinwee, I., Larridon, I., Shah, T., Bauters, K., Asselman, P., Goetghebeur, P., Leliaert, F., & Veltjen, E. (2022). Plastid phylogenomics of the Sansevieria clade of Dracaena (Asparagaceae) resolves a recent radiation. Molecular Phylogenetics and Evolution, 169, 107404. https://doi.org/10.1016/j.ympev.2022.107404
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui tulisan yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.




