Cara Menanam Lidah Mertua dengan Tunas dan Stek Daun

Cara Menanam Lidah Mertua

Cara Menanam Lidah Mertua

Cara menanam lidah mertua terbilang mudah, bahkan untuk pemula yang sering lupa menyiram. Tanaman hias yang secara botani bernama Dracaena trifasciata (sebelumnya Sansevieria trifasciata) atau snake plant memiliki daun tegak, tebal, dan tahan banting. Tanaman asli wilayah tropis dan subtropis Afrika, Asia, serta Eropa selatan tersebut tumbuh di teras, pagar, sudut ruang tamu, sampai meja kerja. Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari teknik perbanyakan, media tanam, penyiraman, pemupukan, dan penanganan masalah yang paling sering muncul.

Jawaban Singkat: Langkah Menanam Lidah Mertua

Kamu bisa menanam lidah mertua dengan lima langkah berikut:

  1. Pilih tunas atau daun dari indukan yang sehat.
  2. Potong dengan pisau tajam yang sudah dibersihkan, lalu diamkan luka potongan 1–2 hari sampai kering.
  3. Siapkan pot berlubang drainase dengan media tanam porous, misalnya campuran tanah, pasir, dan sekam bakar.
  4. Tanam bibit, lalu siram secukupnya.
  5. Letakkan pot di tempat teduh terang, kemudian kurangi frekuensi siram setelah akar tumbuh.

Mengenal Tanaman Lidah Mertua

Ada sekitar 70 spesies sansevieria yang dibudidayakan sebagai tanaman hias. Beberapa varietas populer meliputi laurentii (tepi daun kuning), Black Coral, Superba, Jiboia, dan Bintang Laut (Starfish). Semua varietas menyimpan air di dalam daun, sehingga tanaman bertahan lama tanpa penyiraman.

Ada satu keunikan lain: sansevieria menjalankan fotosintesis dengan mekanisme CAM. Stomata daun membuka pada malam hari, sehingga tanaman melepaskan oksigen saat kamu tidur. Studi NASA pada 1989 melaporkan bahwa tanaman ini menyerap zat seperti benzena dan trikloroetilena dalam ruang tertutup. Namun, efek pemurnian udara di rumah nyata jauh lebih kecil daripada di ruang uji, jadi anggap manfaat tersebut sebagai bonus, bukan pengganti ventilasi.

Persiapan Sebelum Menanam

Pilih Pot dan Media Tanam

Pot berlubang drainase menjadi syarat utama, karena akar lidah mertua sangat cepat membusuk di media yang menggenang. Kamu bisa memakai pot tanah liat agar kelembapan cepat menguap.

Media tanam ideal bertekstur kasar dan mudah meloloskan air. Campuran yang sering berhasil:

  • 2 bagian tanah humus atau kompos
  • 1 bagian pasir malang atau perlit
  • 1 bagian sekam bakar atau arang sekam

Kamu juga bisa membeli campuran khusus kaktus dan sukulen sebagai jalan pintas.

Siapkan Alat

Siapkan pisau atau cutter tajam, alkohol untuk sterilisasi, fungisida atau bubuk kayu manis untuk melapisi luka potongan, serta sarung tangan.

Cara Menanam Lidah Mertua dengan Tunas (Anakan)

Lidah mertua mulai mengeluarkan tunas pada usia sekitar satu tahun. Kamu bisa memisahkan tunas dua sampai empat bulan setelah muncul. Metode pemisahan anakan memberi hasil paling cepat, karena tunas sudah memiliki akar sendiri.

  1. Pilih indukan yang rimbun dan sehat, lalu keluarkan dari pot dengan mengetuk sisi pot pelan-pelan.
  2. Goyangkan tanah sampai akar terlihat.
  3. Pilih tunas dengan minimal tiga helai daun.
  4. Potong rimpang penghubung dengan pisau tajam. Beri fungisida pada luka potongan.
  5. Kembalikan indukan ke potnya.
  6. Isi pot baru sampai tiga per empat bagian dengan media tanam, letakkan tunas di tengah, lalu tutup dengan media hingga pangkal daun tertutup rapat tanpa terlalu dalam.
  7. Tempatkan pot di tempat teduh terang selama 2–3 minggu.

Cara Menanam Lidah Mertua dengan Stek Daun

Stek daun cocok untuk kamu yang belum punya tunas. Metode tersebut butuh kesabaran, karena akar dan tunas baru muncul setelah beberapa minggu sampai beberapa bulan.

  1. Pilih daun yang tua, tebal, dan bebas bercak.
  2. Potong daun menjadi segmen sepanjang minimal 10 cm.
  3. Tandai bagian bawah tiap segmen. Arah tanam sangat menentukan, karena segmen yang terbalik tidak akan berakar.
  4. Diamkan potongan di tempat teduh selama 1–2 hari sampai lukanya mengering.
  5. Tancapkan sepertiga bagian bawah segmen ke media yang lembap.
  6. Letakkan pot di tempat teduh dan siram tipis-tipis hanya saat media mengering.

Perhatikan satu hal: varietas berpola atau bertepi kuning, seperti laurentii, kehilangan corak kuningnya saat kamu memperbanyaknya dengan stek daun. Anakan yang muncul akan berwarna hijau polos. Untuk mempertahankan corak, pakai metode pemisahan tunas.

Perbandingan Metode Perbanyakan

AspekPemisahan TunasStek Daun
Tingkat kesulitanMudahMudah, tetapi butuh kesabaran
Waktu tumbuhCepat (akar sudah ada)4–8 minggu untuk berakar, 2–3 bulan untuk tunas
Corak varietasTerjagaBisa hilang pada varietas berpinggir kuning
Jumlah bibitTerbatas jumlah anakanBanyak dari satu daun
Risiko busukRendahSedang jika media terlalu basah

Cara Merawat Lidah Mertua agar Tumbuh Subur

1. Penyiraman

Kesalahan terbesar pemula adalah menyiram terlalu sering. Selama masa awal tanam, jaga media agar lembap tipis. Setelah tanaman mapan, siram hanya ketika media benar-benar kering. Tusukkan jari atau tusuk sate ke media untuk memeriksanya.

Kondisi TanamanFrekuensi Siram yang Disarankan
Baru tanam (tunas atau stek)Lembapkan tipis, cek tiap 3–4 hari
Tanaman dewasa di dalam ruanganSekali dalam 2–3 minggu
Tanaman dewasa di luar ruanganSekali dalam 1–2 minggu, sesuaikan cuaca
Musim hujan atau udara lembapKurangi, pastikan pot tidak tergenang

Tanda kelebihan air: daun menguning, lembek, dan pangkal batang berbau busuk. Tanda kekurangan air: daun keriput dan menggulung.

2. Cahaya

Lidah mertua tahan cahaya redup, tetapi pertumbuhan paling baik terjadi di tempat dengan cahaya terang tidak langsung. Sinar matahari pagi yang lembut aman, sedangkan terik siang bisa membakar daun muda. Di bawah lampu kantor pun tanaman tetap hidup.

3. Pemupukan

Beri pupuk seimbang seperti NPK, kompos, atau pupuk daun untuk tanaman hias setiap 1–2 bulan pada masa tumbuh. Pupuk lepas lambat memudahkan pemula, karena kamu tidak perlu menghitung jadwal. Kurangi dosis pada masa dorman.

4. Suhu

Lidah mertua menyukai suhu hangat dan mulai menderita saat suhu turun di bawah 10 °C. Jauhkan tanaman dari hembusan AC langsung dan jendela berangin.

5. Repotting

Pindahkan tanaman ke pot yang lebih besar setiap 2–3 tahun, atau ketika akar mendesak pot. Pilih pot yang diameternya sekitar 5 cm lebih lebar. Rumpun yang terlalu padat juga bisa kamu bagi menjadi beberapa tanaman baru.

Masalah Umum dan Cara Mengatasinya

GejalaPenyebab UtamaSolusi
Daun menguning dan lembekKelebihan air, akar busukKeluarkan tanaman, buang akar busuk, ganti media, tunda siram
Ujung daun cokelatSinar terlalu terik atau air terlalu sedikitPindahkan ke tempat teduh terang, atur jadwal siram
Pertumbuhan lambatCahaya minim, pupuk kurangDekatkan ke jendela terang, beri pupuk berkala
Daun rebahPot terlalu kecil atau media terlalu basahRepotting dengan media porous
Bercak putih (kutu putih)HamaUsap dengan kapas beralkohol atau semprot insektisida nabati

Pengalaman Praktik: Tiga Hal yang Sering Terlewat

Dari praktik menanam sansevieria, ada tiga kebiasaan yang paling menentukan keberhasilan:

  • Biarkan luka potongan mengering sebelum tanam. Tunas yang langsung kamu tanam basah jauh lebih sering membusuk.
  • Jangan tergoda menyiram karena “kasihan”. Tanaman yang terlihat segar tanpa disiram sedang baik-baik saja.
  • Sabar menunggu stek daun. Kamu mungkin tidak melihat perubahan selama sebulan, padahal akar sudah bekerja di bawah media.

Manfaat Menanam Lidah Mertua

  • Mempercantik teras, pagar, dan sudut ruangan dengan bentuk daun yang tegas.
  • Membantu menyaring zat berbahaya dari udara dalam ruangan pada skala kecil.
  • Melepaskan oksigen pada malam hari, sehingga cocok menemani kamar tidur.
  • Merawatnya hemat waktu dan biaya.

Satu catatan keselamatan: daun lidah mertua mengandung saponin yang bisa membuat kucing dan anjing mual jika mereka memakannya. Letakkan pot di tempat yang tidak terjangkau hewan peliharaan.

Saatnya Kamu Mencoba

Kamu sudah memegang semua langkah dasar: pilih bibit, keringkan luka, tanam di media porous, dan siram dengan hemat. Ambil satu anakan atau selembar daun hari, tanam, lalu catat perkembangannya. Bagikan artikel kepada temanmu yang ingin mulai berkebun, dan tulis pengalamanmu di kolom komentar. Kebun paling indah sering bermula dari satu daun yang kamu beri kesempatan untuk tumbuh.

FAQ

1. Berapa lama stek daun lidah mertua tumbuh akar?

Akar biasanya muncul dalam 4–8 minggu, dan tunas baru menyusul sekitar 2–3 bulan setelah tanam, tergantung suhu dan kelembapan.

2. Apa media tanam terbaik untuk lidah mertua?

Media yang porous dan cepat kering, misalnya campuran tanah humus, pasir atau perlit, dan sekam bakar. Media kaktus siap pakai juga cocok.

3. Seberapa sering kamu harus menyiram lidah mertua?

Sekali dalam 2–3 minggu untuk tanaman dewasa di dalam ruangan. Siram hanya setelah media kering seluruhnya.

4. Bisakah lidah mertua tumbuh tanpa sinar matahari langsung?

Bisa. Tanaman bertahan di cahaya redup dan lampu buatan, walau pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan di tempat terang.

5. Mengapa daun lidah mertua menguning dan lembek?

Penyebab utamanya kelebihan air yang memicu busuk akar. Keluarkan tanaman, potong bagian busuk, ganti media kering, dan kurangi penyiraman.

Referensi

  1. ASPCA. (n.d.). Snake plant. American Society for the Prevention of Cruelty to Animals. https://www.aspca.org/pet-care/aspca-poison-control/toxic-and-non-toxic-plants/snake-plant
  2. Cummings, B. E., & Waring, M. S. (2020). Potted plants do not improve indoor air quality: A review and analysis of reported VOC removal efficiencies. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 30(2), 253–261. https://doi.org/10.1038/s41370-019-0175-9
  3. Martin, C. E., Herppich, W. B., Roscher, Y., & Burkart, M. (2019). Relationships between leaf succulence and Crassulacean acid metabolism in the genus Sansevieria (Asparagaceae). Flora, 261, Article 151489. https://doi.org/10.1016/j.flora.2019.151489
  4. Takawira-Nyenya, R., Mucina, L., Cardinal-McTeague, W. M., & Thiele, K. R. (2018). Sansevieria (Asparagaceae, Nolinoideae) is a herbaceous clade within Dracaena: Inference from non-coding plastid and nuclear DNA sequence data. Phytotaxa, 376(6), 254–276. https://doi.org/10.11646/phytotaxa.376.6.2
  5. Takawira-Nyenya, R., Thiede, J., & Mucina, L. (2021). New nomenclatural and taxonomic adjustments in Dracaena (Asparagaceae). Phytotaxa, 524(4), 293–300. https://doi.org/10.11646/phytotaxa.524.4.5
  6. Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement: Final report (NASA-TM-101766). NASA, John C. Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/api/citations/19930073077/downloads/19930073077.pdf

di review oleh tim reviewers

Scroll to Top