Kelebihan dan Kekurangan Lidah Mertua
Kelebihan dan kekurangan lidah mertua menjadi pertimbangan penting bagi kamu yang ingin mempercantik rumah dengan tanaman hias sekaligus memastikan keamanan penghuni. Sansevieria atau yang akrab disebut snake plant memang digemari karena ketangguhannya, tetapi memahami kedua sisinya membantumu mengambil keputusan yang tepat. Tanaman berdaun panjang dan runcing ini menawarkan beragam manfaat, mulai dari menyaring udara hingga dekorasi interior. Namun, ada pula aspek yang perlu diwaspadai, terutama jika kamu memiliki anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.
Popularitas lidah mertua melonjak dalam beberapa tahun terakhir khususnya awal 2026, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas udara dalam ruangan. Tanaman ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan investasi jangka panjang yang mampu bertahan bertahun-tahun dengan perawatan minimal. Sebelum kamu memutuskan membawa pulang Sansevieria ke rumah, simak ulasan menyeluruh mengenai keunggulan dan keterbatasannya berikut ini.
Sekilas Tentang Lidah Mertua (Sansevieria)
Lidah mertua merupakan tanaman sukulen abadi yang berasal dari Afrika tropis dan Asia Selatan. Tanaman ini tergolong dalam famili Asparagaceae dan dikenal dengan berbagai nama lokal, seperti snake plant, mother-in-law’s tongue, dan bowstring hemp. Daunnya tumbuh tegak dari pangkal dengan bentuk lanset yang kaku, berdaging tebal, serta memiliki corak bergaris hijau tua dan kuning di tepinya.
Sansevieria menyimpan cadangan air di dalam jaringan daunnya, sehingga mampu bertahan hidup dalam kondisi kekeringan berkepanjangan. Karakteristik inilah yang membuatnya dijuluki sebagai tanaman “setia” karena hampir tidak mungkin mati meski pemiliknya lupa menyiram selama berminggu-minggu. Seiring perkembangan zaman, para pembudidaya telah menghasilkan puluhan varietas dengan bentuk, ukuran, dan warna berbeda, mulai dari yang mungil seperti Sansevieria hahnii hingga yang menjulang tinggi seperti Sansevieria masoniana.
Kelebihan Lidah Mertua untuk Rumah dan Kesehatan
1. Menyaring Udara dan Menghasilkan Oksigen Sepanjang Malam
Lidah mertua termasuk golongan tanaman CAM (Crassulacean Acid Metabolism) yang menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen pada malam hari. Kemampuan unik tersebut membuatnya berbeda dari kebanyakan tanaman yang hanya berfotosintesis saat ada cahaya matahari. Kamu bisa meletakkannya di kamar tidur untuk mendapatkan suplai oksigen yang lebih baik selama tidur.
Tanaman ini juga efektif menyerap polutan berbahaya seperti formaldehida, benzena, trikloroetilen, xilena, dan toluena yang sering ditemukan pada perabot rumah tangga, cat dinding, serta bahan bangunan. Penelitian NASA dalam Clean Air Study bahkan menyebutkan bahwa lima helai daun Sansevieria dewasa mampu membersihkan ruangan berukuran 100 m³. Kemampuan tersebut menjadikannya salah satu tanaman hias terbaik untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan tertutup.
2. Perawatan Mudah dan Tahan Banting
Kamu tidak perlu memiliki keahlian berkebun untuk merawat lidah mertua. Tanaman ini toleran terhadap cahaya rendah, tidak membutuhkan penyiraman sering, dan mampu bertahan dalam kondisi kering. Cukup siram ketika media tanam benar-benar kering, dan pastikan pot memiliki drainase baik untuk mencegah akar membusuk.
Bagi kamu yang sering bepergian jauh atau sibuk bekerja, Sansevieria menjadi pilihan ideal karena mampu bertahan tanpa air selama dua hingga empat minggu. Tanaman ini juga tidak rewel soal kelembapan udara, sehingga cocok ditempatkan di ruangan ber-AC maupun area tropis yang lembap. Pemupukan cukup dilakukan setiap tiga hingga empat bulan sekali menggunakan pupuk slow-release.
3. Estetika untuk Berbagai Gaya Interior
Daunnya yang tegak dengan corak hijau kekuningan memberikan sentuhan modern pada ruangan. Lidah mertua cocok ditempatkan di ruang tamu, kantor, atau sudut ruangan bergaya minimalis. Beberapa varietas seperti Sansevieria cylindrica dan Sansevieria hahnii menawarkan bentuk berbeda yang dapat disesuaikan dengan preferensi dekorasimu.
Desainer interior kerap memanfaatkan Sansevieria sebagai statement plant dalam pot keramik besar untuk menciptakan kesan skandinavia, japandi, maupun industrial. Bentuk daunnya yang geometris memberikan tekstur visual yang menarik tanpa membuat ruangan terasa penuh. Kamu juga bisa menempatkannya dalam kelompok bersama tanaman lain untuk menciptakan kebun mini di dalam rumah.
4. Menyerap Radiasi Perangkat Elektronik
Banyak orang meyakini lidah mertua mampu menyerap radiasi yang dipancarkan komputer, televisi, dan perangkat elektronik lainnya. Meskipun manfaat tersebut masih menjadi perdebatan ilmiah, tidak ada salahnya meletakkan tanaman ini di dekat area kerja untuk menambah kesegaran visual.
Setidaknya, keberadaan tanaman hijau di sekitar meja kerja terbukti secara psikologis mampu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan produktivitas. Kamu bisa menempatkan pot kecil Sansevieria di samping monitor atau laptop untuk menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman dan alami.
5. Menekan Risiko Sick Building Syndrome
Sick Building Syndrome (SBS) merupakan kondisi ketika penghuni gedung mengalami keluhan kesehatan seperti sakit kepala, iritasi mata, hidung, tenggorokan, rasa lelah, dan mual akibat kualitas udara dalam ruangan yang buruk. Lidah mertua berperan menyerap berbagai polutan penyebab SBS sehingga gejalanya dapat ditekan.
Meletakkan beberapa pot Sansevieria di sudut ruangan kantor atau rumah membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Kandungan uap air yang dilepaskan tanaman juga menjaga kelembapan alami ruangan, sehingga mengurangi kekeringan pada kulit dan saluran pernapasan.
6. Menjadi Aromaterapi Alami
Bunga lidah mertua mekar pada sore hari dan mengeluarkan aroma khas yang menenangkan. Aroma tersebut sering dimanfaatkan sebagai aromaterapi untuk meredakan stres dan membantu relaksasi. Meskipun bunga Sansevieria tidak selalu muncul setiap tahun, kehadirannya menjadi bonus tersendiri bagi para penggemar tanaman hias.
Kamu juga bisa memanfaatkan potongan daun lidah mertua sebagai pengharum ruangan alami dengan meletakkannya di dekat sumber bau tidak sedap. Meskipun efeknya tidak sekuat pengharum sintetis, cara ini lebih ramah lingkungan dan bebas bahan kimia.
7. Menghilangkan Alergen di Udara
Kemampuan menyerap senyawa volatil berbahaya membuat ruangan terbebas dari alergen udara, sehingga mengurangi risiko alergi. Orang yang menderita rinitis alergi atau asma sering merasakan perbaikan gejala setelah menempatkan Sansevieria di ruangan tempat mereka beraktivitas.
Tanaman ini juga tidak menghasilkan serbuk sari dalam jumlah banyak, sehingga tidak memicu reaksi alergi seperti yang ditimbulkan oleh tanaman berbunga lainnya. Hal tersebut menjadikannya aman bagi sebagian besar penghuni rumah, kecuali bagi mereka yang memiliki sensitivitas khusus.
8. Nilai Feng Shui dan Energi Positif
Dalam praktik Feng Shui, lidah mertua dipercaya mampu membawa energi pemurnian jika ditempatkan di sudut selatan, tenggara, dan timur ruangan. Tanaman ini dianggap sebagai simbol kekuatan, perlindungan, dan pertumbuhan yang stabil. Banyak praktisi Feng Shui merekomendasikan Sansevieria untuk menetralisir energi negatif di rumah atau kantor.
Bagi kamu yang mempercayai keseimbangan energi, menempatkan lidah mertua di area yang strategis dapat menciptakan suasana yang lebih harmonis. Selain itu, bentuk daunnya yang mengarah ke atas dipercaya melambangkan aspirasi dan kemajuan.
9. Mudah Diperbanyak
Lidah mertua dapat diperbanyak melalui beberapa metode, seperti pemisahan anakan, stek daun, dan pembelahan rimpang. Metode pemisahan anakan menjadi cara termudah karena kamu tinggal memisahkan tunas yang sudah memiliki akar sendiri dari induknya.
Perbanyakan melalui stek daun juga relatif sederhana, meskipun memerlukan kesabaran lebih karena prosesnya memakan waktu beberapa minggu. Dengan sedikit keterampilan, kamu bisa memperbanyak koleksi Sansevieria tanpa perlu membeli tanaman baru.
Kekurangan Lidah Mertua yang Perlu di Ketahui
1. Beracun bagi Hewan Peliharaan dan Anak-anak
Lidah mertua mengandung saponin yang bersifat toksik jika tertelan. Gejala keracunan pada kucing dan anjing meliputi mual, muntah, diare, hingga kehilangan nafsu makan. American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA) secara resmi memasukkan Sansevieria trifasciata sebagai tanaman beracun untuk anjing dan kucing.
Jika kamu memiliki hewan peliharaan atau anak kecil, tempatkan tanaman ini di area yang tidak mudah dijangkau. Alternatif lain, pilih tanaman hias non-toksik seperti spider plant, calathea, atau parlor palm yang aman bagi seluruh penghuni rumah.
2. Rentan Busuk Akar Jika Kelebihan Air
Meskipun tahan kekeringan, lidah mertua justru bermasalah jika terlalu sering disiram. Akar yang tergenang air dalam waktu lama dapat membusuk, ditandai dengan daun menguning, lembek, dan berbau tidak sedap. Gunakan media tanam berpasir dengan pot berlubang drainase, dan biarkan tanah mengering sepenuhnya sebelum penyiraman berikutnya.
Tanda-tanda awal busuk akar sering tidak terlihat karena terjadi di bawah permukaan tanah. Ketika gejala muncul di daun, kerusakan biasanya sudah cukup parah. Karena itu, periksa kondisi akar secara berkala, terutama jika kamu mencurigai adanya masalah drainase.
3. Pertumbuhan Lambat
Lidah mertua membutuhkan waktu lama untuk tumbuh besar. Jika kamu mengharapkan tanaman yang cepat rimbun, tanaman ini mungkin kurang memuaskan. Meski demikian, pertumbuhan lambat justru menguntungkan karena kamu tidak perlu sering repotting.
Rata-rata Sansevieria hanya menghasilkan dua hingga empat daun baru per tahun, tergantung kondisi cahaya dan nutrisi. Kesabaran menjadi kunci utama jika kamu ingin melihat tanaman tumbuh besar dan subur dalam jangka panjang.
4. Tidak Tahan Suhu Dingin
Sebagai tanaman tropis, lidah mertua menyukai suhu hangat antara 15–29°C. Paparan suhu di bawah 10°C dapat merusak tanaman, sehingga hindari meletakkannya di dekat jendela atau pintu yang terkena angin dingin. Di daerah beriklim subtropis, tanaman ini sebaiknya dipindahkan ke dalam ruangan selama musim dingin.
Tanda-tanda tanaman terkena suhu dingin meliputi munculnya bercak cokelat pada daun, pertumbuhan terhenti, dan daun yang menggulung. Lindungi Sansevieria dari perubahan suhu mendadak agar tetap sehat sepanjang tahun.
5. Tidak Berbunga Secara Teratur
Lidah mertua tidak menumbuhkan bunga secara rutin. Beberapa varietas dapat berbunga setiap tahun, sedangkan varietas lain mungkin tidak pernah berbunga sama sekali. Faktor usia tanaman, pencahayaan, dan nutrisi sangat memengaruhi kemampuan berbunga.
Meskipun demikian, bunga Sansevieria bukanlah daya tarik utama tanaman ini. Kecantikan daunnya tetap menjadi alasan utama mengapa banyak orang memilihnya sebagai tanaman hias.
6. Rentan Serangan Hama dan Jamur
Meskipun jarang, lidah mertua dapat terserang hama seperti kutu putih, tungau, dan thrips. Kondisi ruangan yang terlalu lembap juga memicu pertumbuhan jamur pada daun. Periksa tanaman secara rutin dan bersihkan daun dengan kain lembap untuk mencegah masalah tersebut.
Jika serangan hama sudah parah, kamu bisa menggunakan insektisida organik atau larutan air sabun untuk mengendalikannya. Pastikan juga sirkulasi udara di sekitar tanaman tetap baik agar jamur tidak mudah berkembang.
7. Masalah Perbanyakan bagi Pemula
Perbanyakan dengan air berisiko tanaman mati karena kelebihan air, sedangkan stek dapat merusak tanaman selama proses. Bagi pemula, perbanyakan Sansevieria sering menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan kesabaran dan ketelitian.
Untuk hasil terbaik, gunakan media tanam steril dan pastikan potongan daun mengering sebelum ditanam. Hindari menanam stek dalam air terlalu lama karena akar yang terbentuk justru rentan membusuk saat dipindahkan ke tanah.
8. Daun Memutih atau Menggulung
Daun yang tiba-tiba rontok, memutih, atau menggulung menandakan tanaman sakit, bisa disebabkan suhu lingkungan atau cara penanaman. Kondisi tersebut juga bisa menjadi indikasi kekurangan cahaya atau kelebihan pupuk.
Amati tanda-tanda tersebut sejak dini agar kamu bisa segera mengambil tindakan yang tepat. Perubahan warna daun biasanya menjadi sinyal pertama bahwa tanaman sedang mengalami stres.
9. Kepercayaan Nasib Buruk
Sebagian masyarakat percaya lidah mertua membawa kesialan, kemiskinan, dan energi negatif. Jika kamu mempercayai hal ini, tanaman ini mungkin bukan pilihan tepat. Namun, bagi banyak orang, kepercayaan tersebut hanyalah mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah.
Pada akhirnya, keputusan untuk memelihara Sansevieria kembali kepada preferensi dan keyakinan pribadimu. Tanaman ini tetap menawarkan banyak manfaat nyata yang bisa kamu rasakan langsung.
Tabel Perbandingan: Kelebihan vs Kekurangan Lidah Mertua
| Aspek | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Kualitas Udara | Menyerap CO2 dan melepas O2 malam hari, menyaring formaldehida dan benzena | Efek pemurnian udara signifikan jika ditanam dalam jumlah banyak, bukan satu pot tunggal |
| Perawatan | Toleran cahaya rendah, jarang disiram, cocok untuk pemula | Rentan busuk akar jika kelebihan air |
| Keamanan | Non-toksik bagi manusia dewasa | Beracun bagi kucing, anjing, dan anak-anak jika tertelan |
| Estetika | Daun arsitektural, cocok berbagai gaya interior | Pertumbuhan lambat, tidak cepat rimbun |
| Iklim | Adaptif di berbagai kondisi ruangan | Tidak tahan suhu di bawah 10°C |
| Perbanyakan | Bisa diperbanyak dengan anakan, stek daun, dan rimpang | Proses perbanyakan memerlukan kesabaran ekstra |
| Pembungaan | Bunga beraroma menenangkan | Tidak berbunga secara teratur |
| Hama & Penyakit | Relatif tahan terhadap hama | Rentan jamur dan busuk akar pada kondisi lembap |
Cara Menanam Lidah Mertua dengan Benar
1. Pilih Bibit yang Sehat
Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memilih bibit Sansevieria berkualitas. Pilih tanaman dengan daun hijau segar, tidak berlubang, dan tidak ada tanda-tanda serangan hama. Sentuh tanahnya; media tanam sebaiknya sedikit lembap tetapi tidak basah.
Beli pot yang lebih lebar daripada ukuran tanaman agar akar memiliki ruang tumbuh yang cukup. Jika kamu membeli secara online, pastikan penjual mengirim tanaman dengan kemasan yang aman untuk menghindari kerusakan selama pengiriman.
2. Tentukan Lokasi Ideal
Meskipun lidah mertua dapat tumbuh di berbagai kondisi, tanaman ini paling menyukai area dengan cahaya tidak langsung dan suhu yang nyaman. Tempatkan di sudut ruangan yang jauh dari sinar matahari langsung agar daun tidak terbakar.
Jika kamu ingin meletakkannya di luar ruangan, pilih area yang ternaungi sebagian, misalnya di bawah pohon atau teras beratap. Hindari menempatkan Sansevieria di area yang sering terkena hujan lebat karena dapat menyebabkan genangan pada pot.
3. Gunakan Media Tanam yang Tepat
Campuran media tanam ideal untuk Sansevieria terdiri dari tanah, pasir, dan perlit dengan perbandingan 1:1:1. Komposisi tersebut memastikan drainase yang baik sekaligus menjaga kelembapan yang cukup. Kamu juga bisa menambahkan sedikit sekam bakar untuk meningkatkan porositas.
Isi pot hingga dua per tiga bagian, lalu tanam Sansevieria dengan hati-hati agar akar tidak rusak. Tambahkan media tanam hingga menutupi seluruh akar, kemudian padatkan perlahan menggunakan tangan.
4. Lakukan Perawatan Rutin
Setelah tanaman tertanam, siram secukupnya dan buang kelebihan air dari tatakan pot. Ingatlah untuk tidak menyiram terlalu sering karena penyiraman berlebihan menjadi penyebab utama busuk akar pada Sansevieria.
Bersihkan daun secara berkala menggunakan kain lembap untuk menghilangkan debu yang menempel. Debu yang menumpuk dapat menghambat proses fotosintesis dan membuat tanaman tampak kusam.
5. Waspadai Tanda-Tanda Penyakit
Amati tanda-tanda daun yang mengering, menguning, atau memutih sebagai peringatan dini bahwa tanaman sedang bermasalah. Segera pisahkan tanaman yang terserang hama agar tidak menular ke tanaman lain di sekitarnya.
Jika kamu menemukan akar yang busuk, potong bagian tersebut dengan gunting steril, lalu tanam kembali di media tanam baru yang kering. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang memadai untuk mencegah masalah serupa terulang.
Tips Merawat Lidah Mertua agar Tetap Sehat
- Penyiraman: Siram hanya ketika media tanam benar-benar kering. Di musim hujan atau cuaca lembap, kurangi frekuensi penyiraman.
- Media Tanam: Gunakan campuran tanah, pasir, dan perlit untuk drainase optimal. Hindari tanah yang terlalu padat.
- Pencahayaan: Tempatkan di area dengan cahaya tidak langsung. Lidah mertua toleran cahaya rendah, tetapi pertumbuhan lebih baik di tempat terang.
- Pemupukan: Beri pupuk slow-release setiap 3–4 bulan sekali. Tidak perlu pemupukan intensif.
- Penempatan: Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan untuk mencegah risiko keracunan.
- Rotasi Pot: Putar pot secara berkala agar semua sisi tanaman mendapat cahaya merata dan tumbuh seimbang.
- Pembersihan Daun: Lap daun dengan kain lembap setiap dua minggu sekali untuk menjaga kebersihan dan kilau alami.
Kesalahan dalam Merawat Lidah Mertua
Banyak pemula melakukan kesalahan yang sama ketika merawat Sansevieria, terutama soal penyiraman. Berikut beberapa kesalahan yang perlu kamu hindari:
- Terlalu sering menyiram: Ini penyebab utama busuk akar. Ingat, Sansevieria lebih tahan kekeringan daripada kelebihan air.
- Menempatkan di bawah sinar matahari langsung: Daun bisa terbakar dan muncul bercak cokelat.
- Menggunakan pot tanpa lubang drainase: Air akan menggenang dan merusak akar.
- Memupuk berlebihan: Pupuk berlebih dapat membakar akar dan menyebabkan daun menguning.
- Tidak mengganti media tanam: Media tanam yang sudah padat menghambat sirkulasi udara dan penyerapan air.
Dengan menghindari kesalahan tersebut, kamu dapat menikmati tanaman lidah mertua yang sehat dan indah untuk waktu yang lama.
Kesimpulan
Lidah mertua adalah tanaman hias yang menawarkan keseimbangan antara keindahan, manfaat kesehatan, dan kemudahan perawatan. Dengan memahami kelebihan dan kekurangannya, kamu dapat menempatkan tanaman ini secara bijak di rumah. Jika artikel ini membantu, bagikan kepada teman atau keluarga yang sedang mencari tanaman hias untuk mempercantik ruangan mereka. Tanaman yang tepat akan tumbuh subur bersama penghuni yang peduli.
Ingatlah bahwa setiap tanaman memiliki karakter unik, dan lidah mertua bukanlah pengecualian. Rawat dengan penuh perhatian, dan Sansevieria akan membalasnya dengan keindahan serta udara yang lebih segar untuk seluruh keluarga. Selamat berkebun!
Baca juga:
- Penyebab Kutu Putih pada Tanaman dan Cara Mengendalikannya
- Komposisi Media Tanam Terbaik untuk Lidah Mertua agar Akar Sehat dan Daun Tegak
- Cara Menanam Lidah Mertua dari Daun dan Anakan hingga Perawatan Harian
- Pelajari Cara Menanam Kemangi di Tanah untuk Pemula
- Cara Budidaya Wortel dari Persiapan Lahan hingga Panen Melimpah
- Kopi Jawa: Sejarah, Karakteristik, dan Ragam Varietas Terbaik dari Nusantara
- Jenis Lidah Mertua: Klasifikasi, Ciri Khas, dan Cara Memilih untuk Koleksi Tanaman Hias
FAQ
1. Apakah lidah mertua benar-benar bisa membersihkan udara di rumah?
Lidah mertua memang memiliki kemampuan menyerap polutan seperti formaldehida dan benzena. Namun, efek pemurnian udara baru signifikan jika kamu menanam banyak tanaman, bukan hanya satu pot.
2. Berapa sering saya harus menyiram lidah mertua?
Siram setiap 2–6 minggu sekali, tergantung kondisi ruangan. Pastikan media tanam mengering sepenuhnya sebelum penyiraman berikutnya.
3. Apakah lidah mertua berbahaya untuk kucing dan anjing?
Ya, tanaman ini mengandung saponin yang toksik bagi kucing dan anjing. Gejala keracunan meliputi muntah, diare, dan air liur berlebihan.
4. Bisakah lidah mertua diletakkan di kamar tidur?
Bisa. Kemampuannya menghasilkan oksigen pada malam hari membuatnya cocok ditempatkan di kamar tidur untuk meningkatkan kualitas udara saat tidur.
5. Mengapa daun lidah mertua saya menguning?
Daun menguning biasanya menandakan kelebihan air atau busuk akar. Periksa drainase pot dan kurangi frekuensi penyiraman.
di review oleh tim reviewers
Aqilla Putri Pasla, seorang pengamat lingkungan yang berfokus pada ekologi, konservasi, dan gaya hidup berkelanjutan melalui tulisan yang berbasis fakta, tips praktis, serta wawasan edukatif.




