Kandungan Nutrisi Daun Mint
Lifestyle

Kandungan Nutrisi Daun Mint dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Kandungan Nutrisi Daun Mint – Daun Mint atau Pepermin merupakan tanaman yang umumnya ditanam di wilayah Eropa. Tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Pepermin terkenal karena kemampuannya meredakan gangguan perut dan sering digunakan sebagai komponen utama dalam minuman hangat seperti teh. Selain itu, pepermin juga diakui sebagai pengobatan yang efektif untuk mengatasi sakit kepala.

Daun Mint atau Peprmin

Pepermin (Mentha piperita L.) termasuk dalam keluarga Lamiceae. Nama sinonim dari Mentha piperita L. adalah M. Balsamea. Penjelasan pertama mengenai pepermin dibuat pada tahun 1753 oleh Carolus Linnaeus. Tanaman ini telah dikenal dalam pengobatan tradisional baik di Dunia Timur maupun Dunia Barat. Pada tahun 2004, pepermin diakui sebagai salah satu tanaman herbal yang memiliki nilai penting dalam pengobatan.

Klasifikasi ilmiah:

  • Kerajaan: Plantae
  • (tanpa takson): Angiospermae
  • (tanpa takson): Eudikotil
  • (tanpa takson): Asteridae
  • Ordo: Lamiales
  • Famili: Lamiaceae
  • Genus: Mentha

Daun mint memiliki aroma yang segar dan rasa yang tajam, yang membuatnya menjadi salah satu bahan favorit dalam berbagai hidangan, minuman, dan produk kesehatan. Selain memberikan rasa yang enak, daun mint juga terkenal karena sejumlah manfaat kesehatan yang luar biasa.

Kandungan Nutrisi Daun Mint

Berikut perkiraan kandungan nutrisi daun mint per 50 gram:

  • Kalori: 6 kalori
  • Karbohidrat: 1,2 gram
  • Serat: 0,8 gram
  • Protein: 0,6 gram
  • Lemak: 0,1 gram
  • Vitamin A: 105 mikrogram (setara dengan 524 IU)
  • Vitamin C: 8,5 miligram
  • Kalsium: 31 miligram
  • Zat Besi: 0,6 miligram
  • Magnesium: 12 miligram
  • Potasium: 63 miligram
  • Folate: 6 mikrogram

Daun mint merupakan sumber nutrisi yang baik, terutama vitamin A dan vitamin C. Selain itu, Kandungan nutrisi daun mint mint seperti kalsium, zat besi, magnesium, dan potasium. Mint juga mengandung serat yang dapat membantu pencernaan Anda.

Dengan semakin meningkatnya minat terhadap gaya hidup yang lebih sehat dan alami, penelitian dan penggunaan daun mint untuk tujuan kesehatan semakin mendapat perhatian. Mari kita lanjutkan untuk menggali lebih dalam manfaat daun mint yang dapat membantu kita meraih kesehatan yang lebih baik dan lebih baik.

Baca juga: 9 Manfaat Timun untuk Kesehatan serta Efek Sampingnya

Manfaat Daun Mint untuk Kesehatan

Kandungan Nutrisi daun mint

Kita akan membahas manfaat daun mint yang dapat membantu meningkatkan kesehatan yang disadur dari situs bnp jambiprov dan sumber lainnya.

1. Mengatasi Gangguan Pencernaan

Daun mint bekerja dengan merangsang produksi enzim pencernaan, membantu melunakkan makanan dan mempermudah proses pencernaan. Ketika perut kita merasa kembung atau penuh, minum teh mint dapat memberikan bantuan instan. Hasil Penelitian ilmiah menunjukan bahwa mint bersifat antiseptik dan antibakteri yang mampu meredakan keluhan seperti sakit perut atau muntah.

2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Daun mint Mengandung fosfor, kalsium, serta vitamin C, D, E, dan A, mint membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan, yang pada gilirannya mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, atau hipertensi.

Beberapa studi membuktikan bahwa vitamin C, yang melimpah dalam mint, merupakan antioksidan kuat yang membantu tubuh melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel dan DNA.

3. Meredakan Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS) adalah gangguan kesehatan yang seringkali menyebabkan rasa sakit perut, sembelit, diare, dan perut kembung. Manfaat daun mint untuk meredakan masalah kesehatan ini berasal dari senyawa mentol yang memberikan efek relaksasi pada otot-otot saluran pencernaan.

Studi ilmiah menunjukan bahwa mengonsumsi minyak peppermint selama 4 minggu mengalami perbaikan gejala sindrom IBS. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hanya 38% yang merasakan perbaikan dalam kelompok plasebo.

4. Meningkatkan Fungsi Otak

Sebuah penelitianilmiah yang melibatkan 144 partisipan menunjukkan bahwa mencium aroma minyak mint selama 5 menit sebelum ujian, secara signifikan dapat meningkatkan daya ingat. Ini bisa menjadi senjata rahasia Anda untuk menghadapi ujian atau tugas yang menantang. Meskipun manfaat ini menjanjikan, perlu dicatat bahwa perlu lebih banyak penelitian untuk memahami mekanisme persis bagaimana daun mint memengaruhi fungsi otak.

5. Menurunkan Berat Badan

Bagi mereka yang berjuang untuk menurunkan berat badan, minum teh mint yang bebas kalori bisa menjadi solusi yang baik. Ini membantu merangsang sistem pencernaan kita dan meningkatkan pembakaran lemak. Jadi, cobalah minum secangkir teh mint sebelum atau sesudah makan untuk membantu mencapai tujuan berat badan.

Baca juga: 19 Manfaat Daun Pandan untuk Kesehatan

6. Mengatasi Bau Mulut

Bau mulut yang tidak sedap bisa menjadi masalah sosial yang memalukan, dan mint adalah cara alami untuk mengatasinya. Mengunyah beberapa daun mint segar atau menggunakan obat kumur berbasis mint dapat membantu menyegarkan napas Anda dan mengatasi bau mulut yang tidak diinginkan.

Tetapi perlu diingat bahwa mint hanya menyamarkan bau mulut sementara dan tidak mengatasi akar penyebab bau mulut, seperti masalah kesehatan gigi atau gusi. Oleh karena itu, pastikan menjaga kebersihan mulut secara menyeluruh juga.

7. Mencegah Keracunan Makanan

Mint juga memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu mencegah keracunan makanan. Ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi. Selain itu, mint juga dapat membunuh bakteri Staphylococcus aureus yang dapat menyebabkan infeksi kulit.

8. Meningkatkan Kualitas Tidur

Mint dapat menjadi teman tidur yang dibutuhkan, untuk mendapatkan manfaat ini, kita dapat menggunakan aromaterapi mint dengan menambahkannya ke dalam diffuser sebelum tidur. Hasil studi membuktikan, aroma mint bekerja dengan meredakan stres dan kecemasan, yang seringkali menjadi penyebab utama sulit tidur. Ini dapat membantu kita merasa lebih rileks dan siap untuk tidur yang nyenyak.

9. Mengurangi Nyeri Menyusui

Untuk para ibu yang sedang menyusui, daun mint dapat menjadi penyelamat. Merawat bayi merupakan prioritas utama, tetapi itu juga bisa menyakitkan. Terkadang, ibu menyusui mengalami rasa sakit dan luka pada putingnya.

Untungnya, daun mint dapat membantu mengurangi nyeri saat menyusui. Kita dapat menghancurkan daun mint segar dan mengoleskannya ke permukaan puting untuk meredakan ketidaknyamanan dan juga dapat menggunakan minyak esensial mint yang telah dicampur dengan air untuk meredakan nyeri dan mengurangi risiko luka lebih lanjut.

10. Mengatasi Gejala Asma

Beberapa studi membuktikan bahwa daun mint dapat memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan bagi penderita asma. Minum teh mint atau menghirup uap mint dapat membantu melegakan saluran pernapasan yang terganggu. Tetapi penting untuk diingat bahwa daun mint tidak boleh digunakan sebagai pengganti obat-obatan asma yang diresepkan oleh dokter.

11. Meredakan Gejala Premenstrual Syndrome (PMS)

Gejala Premenstrual Syndrome (PMS) dapat sangat tidak nyaman bagi banyak wanita. Salah satu gejalanya yang umum adalah kram perut yang menyakitkan. Untuk mengatasi kram ini, dapat mengonsumsi air rebusan daun mint selama tiga hari awal periode menstruasi.

12. Mengatasi Peradangan Jerawat

Studi ilmiah membuktikan bahwa manfaat daun mint untuk wajah adalah kemampuannya untuk mengatasi peradangan jerawat. Ini disebabkan oleh kandungan asam salisilat dan vitamin A yang ada dalam mint.

Asam salisilat merupakan bahan yang umum ditemukan dalam produk perawatan kulit yang digunakan untuk mengendalikan minyak berlebih dan mengurangi peradangan pada kulit. Oleh karena itu, menggunakan daun mint dalam perawatan kulit dapat membantu mengatasi jerawat dan menjaga kulit bersih dan sehat.

13. Mengatasi Komedo

Selain mengatasi jerawat, daun mint juga dapat membantu mengatasi komedo. Komedo adalah masalah kulit yang muncul akibat tumpukan minyak dan sel kulit mati pada permukaan kulit. Kandungan antioksidan dan mentol dalam mint dapat membantu menghilangkan pemicu komedo.

Untuk mengatasi komedo dengan daun mint, dapat mencampurkan daun mint segar dengan sedikit air dan membuat pasta. Oleskan pasta ini ke area kulit yang terkena komedo dan biarkan selama beberapa menit sebelum dibilas dengan air. Penggunaan rutin dapat membantu mengurangi komedo dan menjaga kulit tetap bersih.

14. Mengurangi Gejala Batuk Pilek

Mentol dalam daun mint dapat membantu mengurangi gejala batuk pilek. Ini dapat membantu mengatasi hidung tersumbat dengan melancarkan aliran udara dalam hidung. Meskipun belum ada bukti ilmiah yang pasti, banyak orang merasa lega saat menghirup mentol saat batuk pilek.

15. Mendorong Pertumbuhan Rambut

Studi mengungkapkan bahwa kandungan antioksidan dan karoten dalam daun mint dapat membantu mendorong pertumbuhan rambut dan mencegah rambut rontok. Sifat antimikroba dan antijamur yang kuat juga dapat digunakan untuk mengatasi masalah kulit kepala seperti ketombe dan kutu rambut.

15. Mengurangi Nyeri Menyusui

Bagi ibu yang sedang menyusui, nyeri pada payudara seringkali menjadi masalah. Daun mint dapat membantu mengurangi rasa nyeri ini. Kamu dapat mengoleskan daun mint yang sudah ditumbuk ke permukaan puting atau menggunakan minyak esensial mint yang telah dicampur dengan air.

Baca juga: Kandungan Nutrisi dan 18 Manfaat Buah Sirsak untuk Kesehatan

Daun mint merupakan tanaman yang kaya nutrisi dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Kandungan nutrisi daun mint seperti vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang penting untuk kesejahteraan tubuh. Minyak atsiri dan menthol dalam daun mint memberikan rasa segar yang unik dan memiliki sifat menenangkan pada pencernaan dan pernapasan. Semoga ulasan tentang kandungan nutrisi dan mint dan manfaatnya untuk kesehatan ini dapat bermanfaat, terimakasih.

Referensi

  1. McKay, D. L., & Blumberg, J. B. (2006). A review of the bioactivity and potential health benefits of peppermint tea (Mentha piperita L.). Phytotherapy Research, 20(8), 619-633.
  2. Gonçalves, J. C. R., de Araújo, A. A., & de Sousa, D. P. (2010). Analgesic-like activity of essential oil constituents: an update. International Journal of Molecular Sciences, 11(5), 1670-1695.
  3. Ali, B., Al-Wabel, N. A., Shams, S., Ahamad, A., Khan, S. A., & Anwar, F. (2015). Essential oils used in aromatherapy: A systemic review. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 5(8), 601-611.
  4. Pripdeevech, P., & Saenthaweeuk, S. (2018). Effect of Peppermint oil on health and physical performance: A systematic review. Journal of the Medical Association of Thailand, 101(Suppl 6), S118-S125.
  5. McKinley, M. M., Niedermeier, D. J., & Passe, D. (2005). Effect of a mint derivative on postexercise sensation of breathlessness. Research Quarterly for Exercise and Sport, 76(4), A-21.
  6. Kianpour, M., Mansourian, M., & Mehrabi, T. (2008). Effect of peppermint oil on dysphagia and chest pain due to non-cardiac origin: a double-blind randomized placebo-controlled clinical trial. Iranian Journal of Pharmaceutical Research, 7(2), 97-102.
  7. https://www.halodoc.com/artikel/13-khasiat-daun-mint-untuk-kesehatan-yang-jarang-diketahui