Mengenal 12+ Makanan Khas Jambi yang Kaya Rasa dan Budaya

Makanan Khas Jambi

Makanan khas Jambi merupakan salah satu kekayaan kuliner Indonesia yang mencerminkan warisan budaya Melayu dengan cita rasa autentik dan sejarah panjang. Sebagai provinsi di pesisir timur Sumatera, kuliner Jambi berkembang dari perpaduan pengaruh Melayu, Minangkabau, dan kearifan lokal yang memanfaatkan hasil alam melimpah seperti ikan air tawar dan rempah-rempah.

Karakteristik Khas Masakan Jambi

Kuliner tradisional Jambi tidak hanya tentang kelezatan, tetapi juga menyimpan filosofi dan nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. Masyarakat Melayu Jambi memandang proses pengolahan makanan bukan sekadar aktivitas memasak, melainkan sebuah bentuk pelestarian warisan leluhur.

Ciri utama hidangan khas Jambi terletak pada penggunaan bumbu dan rempah yang kuat, dengan perpaduan rasa gurih, asam, pedas, dan manis yang seimbang. Bahan dasar yang banyak digunakan adalah ikan air tawar seperti patin, gabus, dan lais, mengingat Jambi memiliki banyak aliran sungai. Selain itu, buah-buahan lokal seperti durian dan cempedak juga diolah menjadi masakan utama, menunjukkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Filosofi makan dalam budaya Melayu Jambi sangat menarik. Nasi dianggap sebagai makanan pokok yang memiliki nilai spiritual tinggi. Bahkan, dalam tradisi lama, seseorang diharuskan mengenakan kopiah sebelum makan nasi sebagai bentuk penghormatan. Konsep “belum makan” bagi orang Jambi berarti belum menyantap nasi, sekalipun sudah mengonsumsi camilan atau makanan ringan lainnya.

12 Makanan Khas Jambi yang Wajib Dicoba

Berikut ini 12+ hidangan ikonik khas jambi yang wajib kamu coba

1. Tempoyak

Tempoyak merupakan salah satu hidangan paling ikonik dari Jambi. Olahan ini terbuat dari daging buah durian yang difermentasi selama sekitar tujuh hari dalam wadah tertutup rapat. Proses fermentasi ini menghasilkan aroma yang tajam dan rasa asam yang khas dengan tekstur lembek. Nama tempoyak berasal dari kata “poyak” yang berarti mengoyak atau mencabik, merujuk pada cara pembuatannya dengan mengoyak daging durian.

Makanan tradisional Jambi ini biasa dijadikan lauk pendamping nasi atau bahan campuran sambal. Tempoyak tidak hanya populer di Jambi, tetapi juga dikenal di daerah lain seperti Palembang, Lampung, dan Kalimantan, terutama saat musim durian tiba. Setelah proses fermentasi selesai, tempoyak biasanya diolah kembali dengan berbagai bahan lain, salah satunya untuk memperkaya rasa dalam masakan gulai.

2. Brengkes Tempoyak

Brengkes tempoyak adalah evolusi dari tempoyak mentah yang diolah menjadi hidangan lengkap. Masakan ini biasanya menggunakan ikan patin sebagai bahan utama, yang dilumuri bumbu tempoyak dan rempah-rempah seperti bawang putih, bawang merah, cabai, kunyit, dan lengkuas. Pembungkusnya menggunakan daun pisang sebelum dikukus hingga matang.

Dalam bahasa Jawa, brengkes memiliki arti yang sama dengan pepes – yaitu cara memasak dengan membungkus bahan makanan dalam daun pisang. Perpaduan rasa gurih ikan, asam tempoyak, dan pedas rempah menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Hidangan ini sering disajikan dalam acara-acara penting seperti pesta pernikahan atau perayaan hari besar.

3. Gulai Tepek Ikan

Gulai tepek ikan merupakan sajian khas Jambi yang menggunakan ikan gabus atau tenggiri sebagai bahan utama. Kata “tepek” dalam bahasa Jambi berarti “dipipihkan”, sesuai dengan cara pengolahan ikan yang dipipihkan kemudian dicampur dengan tepung dan bawang putih mirip dengan pempek Palembang.

Setelah dibentuk, tepek ikan disiram dengan kuah gulai yang dilengkapi potongan nanas yang memberikan sensasi rasa asam dan segar. Dulunya, makanan ini hanya disajikan saat acara-acara penting, namun kini bisa ditemui di berbagai rumah makan di Jambi. Teksturnya yang empuk dan kenyal dipadukan kuah gulai kental membuat hidangan ini sangat istimewa.

4. Rendang Cempedak

Rendang cempedak adalah bukti kreativitas masyarakat Jambi dalam mengolah hasil bumi. Berasal dari Kabupaten Kerinci, hidangan ini menggunakan buah cempedak sebagai pengganti daging. Cempedak memiliki tekstur mirip nangka tetapi dengan aroma yang lebih kuat.

Proses memasak rendang cempedak biasanya menggunakan kuali besar yang diletakkan di atas tungku berbahan bakar kayu manis. Asap dari kayu manis memberikan aroma khas yang menyatu dengan rendang, menciptakan cita rasa yang unik. Bumbu yang digunakan sama dengan rendang daging pada umumnya, termasuk serai, daun jeruk, asam kandis, dan rempah-rempah lainnya.

5. Daging Masak Hitam

Daging masak hitam adalah hidangan daging sapi atau kerbau dengan kuah kental berwarna gelap. Meski sekilas mirip semur, hidangan ini memiliki karakteristik tersendiri dengan penggunaan rempah yang lebih kompleks seperti jintan, ketumbar, adas manis, dan kayu manis.

Warna hitam yang khas berasal dari kecap manis dan bumbu yang diolah hingga meresap sempurna ke dalam daging. Cita rasanya yang manis, gurih, dan kaya rempah membuat hidangan ini cocok disantap dengan nasi putih. Proses memasaknya yang sederhana namun membutuhkan ketelatenan menghasilkan daging yang empuk dan bumbu yang meresap sempurna.

6. Nasi Gemuk

Nasi gemuk adalah versi Jambi dari nasi uduk yang terkenal di Jakarta. Nasi ini dimasak dengan santan, daun salam, daun jeruk, dan daun pandan sehingga menghasilkan aroma harum dan rasa gurih. Penyajiannya dilengkapi dengan berbagai lauk pendamping seperti teri goreng, kacang tanah goreng, orek tempe, telur, dan emping melinjo.

Hidangan ini umumnya hanya tersedia pada pagi hari sebagai menu sarapan sebelum beraktivitas. Keberadaannya mudah ditemui di warung-warung makan seluruh pelosok Jambi. Nasi gemuk telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jambi, terutama sebagai sumber energi di pagi hari.

7. Gulai Terjun

Gulai terjun berbeda dengan gulai pada umumnya karena memiliki kuah yang lebih encer. Hidangan ini bisa menggunakan daging sapi, kambing, atau kerbau sebagai bahan utama, dimasak dengan rempah pilihan yang tidak terlalu banyak. Gulai terjun biasanya muncul dalam acara adat seperti pernikahan atau sunatan.

Menurut cerita masyarakat, gulai terjun dulu disajikan saat kenduri dalam rangka memperingati sunnah Rasul. Kuahnya yang tidak terlalu kental membuat hidangan ini terasa lebih ringan di perut, cocok untuk mereka yang tidak terlalu menyukai santan kental.

8. Mi Celor

Mi celor adalah sajian mi khas Jambi yang terdiri dari mi kuning yang disajikan dalam kuah santan kental yang gurih. Kuahnya diperkaya dengan bumbu tradisional seperti bawang putih, bawang merah, cabai, dan kemiri yang dihaluskan. Hidangan ini dilengkapi dengan irisan telur rebus, potongan tauge, udang segar, dan ketupat.

Mi celor memiliki rasa yang kaya dan lezat, dengan kombinasi cita rasa gurih dari santan dan aroma rempah-rempah yang khas. Kuah santannya yang kental memberikan sensasi kenikmatan tersendiri saat disantap, terutama saat udara dingin atau saat tubuh membutuhkan energi tambahan.

9. Lakso Jambi

Lakso Jambi adalah makanan warisan Melayu yang terbuat dari tepung sagu. Terdapat dua jenis lakso yang populer, yaitu lakso kuah kunyit dan lakso goreng yang dimasak seperti mi goreng. Tekstur lakso yang tebal dan lembut, dipadukan dengan kuah berempah dan taburan bawang goreng sangat nikmat di lidah.

Lakso kuah kunyit biasanya disajikan dengan kuah kuning yang gurih, sementara lakso goreng memiliki cita rasa yang lebih kuat dengan bumbu-bumbu yang ditumis. Keduanya merupakan hidangan yang mengenyangkan dan bisa ditemui di berbagai warung makan di Jambi.

10. Kue Gandus

Kue gandus adalah kue tradisional Jambi yang terbuat dari campuran tepung beras dan tepung sagu, menghasilkan warna putih bersih dan tekstur lembut. Rasa gurihnya berasal dari bumbu halus seperti bawang putih dan cabai. Kue ini biasanya diberi topping ebi sangrai, abon ikan, atau daging cincang yang memperkaya cita rasa.

Kue gandus memiliki cita rasa yang khas dan menjadi salah satu camilan favorit di Sumatera. Kue ini sering dihidangkan dalam acara khusus, seperti acara adat, perayaan keagamaan, atau saat berkumpul bersama keluarga dan teman-teman.

11. Kue Muso

Kue muso adalah kue tradisional khas Jambi yang berbentuk seperti mangkuk kecil dengan tepian yang dilapisi cokelat. Kue ini terbuat dari campuran tepung beras, cokelat bubuk, dan srikaya pandan. Lapisan pertamanya sebagai kulit terbuat dari tepung ketan dan tepung terigu, sementara isiannya berupa campuran santan, telur, dan rebusan daun suji serta pandan.

Kue muso sangat populer sebagai menu takjil selama bulan Ramadan. Rasa manis dan teksturnya yang lembut membuatnya cocok untuk berbuka puasa. Warna hijaunya yang alami dari daun suji dan pandan menambah daya tarik visual kue ini.

12. Kue Putri Kandis

Kue putri kandis adalah kue basah khas Jambi dengan kombinasi warna hijau, cokelat, dan kuning yang memukau, serta bentuknya yang berlapis-lapis. Kue ini memiliki peranan penting dalam budaya Jambi, dan sering kali dihidangkan dalam berbagai perayaan adat dan momen istimewa, terutama dalam prosesi belanjo (mengantar hantaran sebelum akad nikah).

Rasanya yang manis berasal dari penggunaan gula dan telur yang cukup banyak. Keunikan rasa dan penampilan visualnya menjadikan kue putri kandis sebagai simbol kekayaan kuliner dan budaya daerah Sumatera yang patut diapresiasi dan dilestarikan.

Makanan Lainnya seperti

  • Kerutup Ikan
  • Gulai Talang (tanpa santan)
  • Sate Ikan
  • Sate Tempe Rangkayo Hitam
  • Soto Semurup
  • Martabak Kari
  • Sambal Kweni (dari mangga kweni)
  • Rambutan Goreng
  • Pempek Sambal
  • Sup Tulang

Makanan Khas Jambi dalam Budaya dan Tradisi

Kuliner Jambi tidak terlepas dari berbagai upacara adat dan tradisi masyarakat. Makanan menjadi unsur penting dalam upacara sebagai bentuk penghormatan dan perantara spiritual. Jenis makanan dan cara pengolahannya pun menyesuaikan dengan budaya lokal.

Dalam upacara menjelang kelahiran, keluarga akan melakukan tradisi nuak, yaitu membagikan sepiring ketan lemak kepada tetangga dan dukun bayi sebagai pertanda kesiapan menyambut kelahiran. Di wilayah pesisir, nuak digantikan oleh upacara Tepung Tawar, yang dilakukan saat bayi baru lahir dengan menaburkan air tepung bercampur bunga ke tubuh bayi.

Pada acara gotong royong atau beselang, masyarakat berkumpul untuk membantu pekerjaan besar seperti membangun rumah atau panen. Di sini, makanan yang disajikan biasanya berupa makan siang atau makan buhur. Sementara dalam peringatan Asyura, masyarakat menyajikan bubur Asyura yang dibuat dari campuran berbagai bahan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim.

Bagi kamu yang berencana mengunjungi Jambi, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati kekayaan kuliner provinsi ini secara langsung. Rasakan sendiri keautentikan cita rasa yang telah menjadi bagian dari identitas budaya Melayu Jambi selama berabad-abad.

Baca juga:

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

1. Apa makanan khas Jambi yang paling terkenal?

Tempoyak adalah makanan khas Jambi paling ikonik, berupa durian fermentasi yang diolah menjadi lauk atau campuran sambal. Olahan terkenalnya adalah brengkes tempoyak (ikan patin bumbu tempoyak yang dibungkus daun pisang).

2. Bagaimana ciri khas rasa masakan Jambi?

Masakan Jambi memiliki cita rasa kuat dengan perpaduan gurih, asam, pedas, dan manis yang seimbang. Karakteristik utamanya adalah penggunaan rempah yang banyak dan kuah kental, dengan bahan dasar utama ikan air tawar dan santan.

3. Apakah ada makanan khas Jambi yang vegetarian?

Rendang cempedak menjadi alternatif vegetarian, menggunakan buah cempedak pengganti daging. Selain itu, berbagai kue tradisional seperti kue gandus dan kue padamaran juga cocok untuk vegetarian.

4. Di mana bisa menikmati makanan khas Jambi?

Kamu bisa menemukan makanan khas Jambi di rumah makan seluruh provinsi Jambi, terutama di Kota Jambi, Kerinci, dan Muaro Jambi. Beberapa hidangan seperti nasi gemuk dan mi celor mudah ditemui di warung-warung makan.

5. Kapan waktu terbaik untuk mencicipi kuliner Jambi?

Semua waktu baik, namun jika ingin pengalaman spesialis, kunjungi Jambi saat musim durian (November-Februari) untuk menikmati tempoyak segar, atau selama Ramadan untuk mencicipi berbagai kue tradisional seperti kue muso yang banyak dijual sebagai takjil.

Scroll to Top