Singkong
Lifestyle

Singkong: Kandungan Nutrisi dan Manfaat bagi Kesehatan

Singkong atau Ubi Kayu, tanaman yang sering dianggap sebagai makanan pokok di berbagai negara tropis, adalah salah satu bahan makanan yang sangat berharga dengan berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa. Tanaman ini terkenal dengan umbinya yang kaya akan karbohidrat dan memiliki kandungan nutrisi yang beragam. Selain itu, singkong juga dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat yang mendukung kesehatan tubuh. Dari peningkatan energi hingga perawatan kulit yang efektif, mari kita bahas secara mendalam berbagai cara singkong memberikan kontribusi positif untuk kesejahteraan Anda.

Singkong atau Ubi Kayu

Singkong memiliki akar tunggang yang dilengkapi dengan sejumlah akar cabang yang kemudian berkembang menjadi umbi akar yang dapat dikonsumsi. Ukuran rata-rata dari umbi ini berkisar antara 2 hingga 3 cm dalam diameter dan 50 hingga 80 cm dalam panjangnya, tergantung pada jenis klon atau kultivarnya. Bagian dalam umbi ini memiliki warna yang bervariasi antara putih dan kekuning-kuningan. Meskipun ditempatkan dalam lemari pendingin, umbi singkong tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Tanda-tanda kerusakan dapat dikenali dari perubahan warna menjadi biru gelap, yang disebabkan oleh pembentukan asam sianida yang merupakan zat beracun bagi manusia.

Singkong telah menjadi bagian penting dalam sejarah pangan manusia selama ribuan tahun. Tanaman ini diyakini pertama kali dibudidayakan di Amerika Selatan sekitar 10.000 tahun yang lalu oleh peradaban Inca dan Maya. Setelah penjelajahan Eropa ke Amerika, singkong kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Afrika, Asia, dan bahkan sampai ke Indonesia.

Pada masa lampau, singkong sering disebut sebagai “roti orang miskin” karena ketersediaannya yang melimpah dan nilai gizinya yang tinggi. Seiring waktu, berbagai budaya di seluruh dunia mengembangkan berbagai cara memasak dan memanfaatkan singkong dalam hidangan mereka.

Taksonomi Singkong:

  • Divisi: Tracheophyta
  • Subdivisi: Spermatophytes
  • Klad: Angiospermae
  • Klad: Mesangiosperms
  • Klad: Eudicots
  • Klad: Core Eudicots
  • Klad: Superrosidae
  • Klad: Rosids
  • Klad: Fabids
  • Ordo: Malpighiales
  • Famili: Euphorbiaceae
  • Genus: Manihot
  • Spesies: Manihot esculenta

Baca juga: 20 Manfaat Belimbing wuluh untuk Kesehatan

Jenis Singkong

Tanaman singkong dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu yang memiliki rasa manis atau yang beracun, tergantung pada kandungan asam hidrosianat dalam akarnya. Umumnya, tanaman singkong yang dikenal aman untuk konsumsi mengandung kurang dari 50 miligram asam hidrosianat per kilogram bahan segar. Saat ini, terdapat 10 varietas singkong yang tersedia di pasaran, yang dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama: varietas singkong yang cocok untuk konsumsi manusia dan varietas yang digunakan dalam industri.

Varietas singkong yang cocok untuk konsumsi manusia memiliki tekstur umbi yang lembut dan mengandung kurang dari 50 miligram asam hidrosianat per kilogram serta memiliki rasa yang tidak pahit. Di sisi lain, singkong yang digunakan dalam industri memiliki kadar patin atau bahan kering sekitar 0,6 gram per kilogram. Adapun singking yang mempunyai manfaat kesehatan tentu singkong yang cocok di konsumsi manusia doong.

Kandungan Nutrisi Singkong

Kandungan nutrisi dalam singkong per 100 gram adalah sebagai berikut:

  • Kalori: 121 kalori
  • Kandungan air: 62,50 gram
  • Fosfor: 40,00 gram
  • Karbohidrat: 34,00 gram
  • Kalsium: 33,00 miligram
  • Vitamin C: 30,00 miligram
  • Protein: 1,20 gram
  • Besi: 0,70 miligram
  • Lemak: 0,30 gram
  • Vitamin B1: 0,01 miligram

Singkong juga memiliki kandungan zinc, magnesium, selenium, vitamin A, dan berbagai macam antioksidan, termasuk polifenol dan flavonoid.

Baca juga: 10 Manfaat Buah Ceri, Kandungan Nutrisi, dan Tips Memilih

Manfaat Singkong untuk Kesehatan

Berikut ini ragam manfaat singkong untuk kesehatan.

Penambah Energi yang Alami

Ketika kita berbicara tentang singkong, hal pertama yang muncul dalam pikiran adalah sumber energi yang luar biasa. Ini tidak mengherankan, karena setiap 100 gram singkong mengandung sekitar 38 gram karbohidrat. Karbohidrat adalah bahan bakar utama tubuh kita, dan singkong memberikan sumber energi yang stabil dan berkelanjutan.

Jika Anda akan menjalani aktivitas fisik berat atau hanya butuh dorongan energi tambahan sepanjang hari, singkong bisa menjadi teman terbaik Anda. Ketika Anda mengonsumsi singkong, karbohidrat dalam singkong diubah menjadi glukosa, yang kemudian disimpan dalam bentuk glikogen dalam otot Anda. Glikogen ini adalah cadangan energi yang siap digunakan ketika dibutuhkan.

Jadi, jangan ragu untuk menambahkan singkong ke dalam diet Anda jika Anda membutuhkan dorongan energi yang sehat dan alami.

Memperbaiki Kesehatan Pencernaan

Salah satu manfaat luar biasa dari singkong adalah kemampuannya untuk memperbaiki kesehatan pencernaan Anda. Ini berkat kandungan pati resisten yang cukup tinggi dalam singkong. Pati resisten adalah jenis serat yang tidak larut dalam air dan memiliki sifat yang sangat menguntungkan bagi pencernaan Anda.

Jenis serat ini membantu melancarkan pergerakan usus, mencegah sembelit, dan mempromosikan pertumbuhan bakteri baik di dalam usus Anda. Bakteri baik ini adalah bagian penting dari sistem pencernaan Anda, membantu dalam mencerna makanan dan menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang sehat.

Selain itu, serat dalam singkong dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Ini adalah berita bagus bagi mereka yang mencoba menjaga berat badan karena dapat mengurangi nafsu makan berlebihan.

Pengendali Kadar Gula Darah yang Efektif

Manfaat singkong tidak hanya terbatas pada energi dan pencernaan yang baik. Ini juga memiliki dampak positif pada pengendalian kadar gula darah, yang sangat penting terutama bagi mereka yang memiliki masalah dengan diabetes atau ingin menjaga kesehatan jantung mereka.

Salah satu alasan singkong dapat membantu mengendalikan kadar gula darah adalah karena kandungan seratnya yang tinggi. Serat ini memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah, menghindari lonjakan tajam dalam kadar gula darah setelah makan.

Selain itu, serat dalam singkong juga membantu dalam menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol, dan mengurangi risiko obesitas. Semua faktor ini memiliki dampak positif pada kesehatan jantung Anda.

Kaya akan Mineral yang Membantu Tubuh Anda

Selain karbohidrat dan serat, singkong juga mengandung sejumlah mineral yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh Anda. Beberapa mineral ini termasuk kalsium, fosfor, mangan, zat besi, dan kalium.

Kalsium, misalnya, diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Ini adalah mineral esensial yang terlibat dalam berbagai proses biologis di dalam tubuh Anda.

Zat besi, di sisi lain, membantu dalam pembentukan hemoglobin dan myoglobin, yang membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh Anda. Tanpa cukup zat besi, tubuh Anda mungkin mengalami anemia, kondisi di mana sel-sel darah merah tidak dapat membawa oksigen dengan efisien.

Mangan adalah mineral yang membantu dalam proses pembentukan tulang, jaringan ikat, dan hormon seks. Ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang dan hormon Anda.

Kalium, mineral lainnya yang ditemukan dalam singkong, diperlukan untuk sintesis protein dan membantu dalam pemecahan karbohidrat. Ini juga berperan dalam menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh Anda.

Selain itu, singkong juga mengandung magnesium dan tembaga dalam jumlah yang cukup tinggi. Magnesium dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko osteoporosis. Sementara itu, tembaga membantu menjaga fungsi saraf Anda tetap sehat.

Manfaat Singkong untuk Kulit yang Cemerlang

Kesehatan kulit yang baik adalah impian banyak orang, dan singkong dapat membantu Anda mencapainya. Ini karena singkong mengandung vitamin C, yang merupakan komponen penting dalam pembentukan kolagen, sebuah protein yang menjaga kulit tetap elastis dan sehat.

Salah satu fakta menarik tentang vitamin C adalah tubuh manusia tidak dapat menghasilkannya sendiri, sehingga kita harus mendapatkannya dari makanan. Singkong adalah salah satu sumber alami vitamin C yang baik, dan mengonsumsinya secara teratur dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh Anda akan vitamin ini.

Kolagen, yang diproduksi dalam tubuh berkat vitamin C, berperan dalam mempertahankan kekuatan dan elastisitas kulit. Dengan kata lain, konsumsi singkong dapat membantu menjaga kulit Anda tetap kencang dan muda.

Mengangkat Sel Kulit Mati secara Alami

Salah satu cara untuk menjaga kulit tetap sehat dan bercahaya adalah dengan mengangkat sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit Anda. Ini dapat membuat kulit Anda terlihat kusam dan menyebabkan berbagai masalah kulit, termasuk jerawat.

Singkong dapat membantu Anda dalam hal ini. Anda dapat menggunakan bagian daging singkong sebagai scrub alami untuk mengangkat sel kulit mati. Caranya cukup sederhana: tumbuk daging singkong hingga halus, lalu aplikasikan pada wajah Anda.

Kemudian, gosoklah scrub tersebut secara lembut pada wajah Anda dengan gerakan memutar. Untuk hasil yang maksimal, lakukan perawatan ini 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Dengan melakukan ini secara teratur, Anda akan melihat bahwa kulit Anda tidak hanya menjadi bersih, tetapi juga lebih cerah dan halus.

Menghilangkan Bekas Luka dengan Ubi Kayu

Selain mengangkat sel kulit mati, ubi kayu juga dapat membantu menghilangkan bekas luka pada kulit. Jika Anda memiliki bekas luka yang mengganggu, Anda dapat mencoba menggunakannya sebagai bahan alami untuk perawatan kulit.

Caranya cukup sederhana. Parut ubi kayu, lalu oleskan adonan ini pada bagian kulit yang memiliki bekas luka. Ubi kayu memiliki sifat-sifat tertentu yang dapat membantu memudarkan bekas luka dan mendorong proses penyembuhan kulit.

Manfaat ini tentu saja membutuhkan waktu dan penggunaan yang konsisten, tetapi ini adalah cara alami yang efektif untuk mengatasi bekas luka pada kulit Anda.

Masker Ubi Kayu untuk Hidrasi Kulit

Jika Anda memiliki kulit yang cenderung kering dan membutuhkan hidrasi ekstra, ubi kayu dapat menjadi solusi yang efektif. Anda dapat membuat masker ubi kayu untuk memberikan kelembapan dan kelembutan pada kulit Anda.

Caranya adalah dengan menghaluskan ubi kayu dan menggunakannya sebagai bahan untuk masker wajah alami. Terapkan masker ini secara merata pada wajah Anda dan biarkan selama beberapa menit sebelum membilasnya dengan air bersih.

Untuk hasil yang optimal, lakukan perawatan ini 2 atau 3 kali seminggu secara teratur. Ini akan membantu menjaga kulit Anda tetap lembap dan sehat.

Antioksidan untuk Kulit yang Sehat

Singkong mengandung vitamin C dan vitamin A, kedua nutrisi ini adalah antioksidan yang kuat yang membantu melindungi kulit Anda dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil yang dapat menyebabkan oksidasi dan kerusakan selular, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penuaan kulit.

Vitamin C bekerja dengan cara menghilangkan radikal bebas ini dan meminimalkan kerusakan kulit. Ini dapat membantu mengurangi risiko tanda-tanda penuaan seperti kerutan dan garis halus.

Sementara itu, vitamin A (beta-karoten) juga membantu menjaga kulit Anda tetap sehat. Ini membantu mengurangi risiko berbagai masalah kulit dan juga mempromosikan kesehatan mata Anda.

Mengatasi Jerawat dan Peradangan Kulit

Studi ilmiah telah menunjukkan bahwa singkong mengandung ekstrak etanol yang dapat membantu mengatasi jerawat dan peradangan kulit. Ekstrak etanol dalam singkong memiliki sifat antimikroba yang membantu mengusir bakteri penyebab jerawat.

Tidak hanya itu, tetapi bahan ini juga memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit dan membunuh bakteri yang berperan dalam pembentukan jerawat.

Selain itu, sifat ini juga efektif dalam mengurangi kemerahan pada kulit akibat iritasi atau reaksi alergi. Dengan menggunakan singkong sebagai perawatan kulit, Anda dapat mengurangi risiko masalah kulit yang mengganggu.

Melawan Radikal Bebas

Mengingat lingkungan yang terpapar polusi dan stres, kulit kita sering kali terkena serangan radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil dan dapat menyebabkan kerusakan selular.

Ketika radikal bebas berinteraksi dengan kulit, mereka dapat memicu masalah pada wajah karena oksidasi. Oksidasi adalah proses yang merusak molekul penting dalam kulit seperti protein, lemak, dan DNA. Ini dapat merusak struktur kulit dan mengganggu fungsi normalnya.

Namun, dengan mengonsumsi singkong secara teratur, Anda memberikan kulit Anda antioksidan yang diperlukan untuk melawan radikal bebas ini. Antioksidan dalam singkong membantu menjaga kesehatan sel-sel kulit Anda dan melindungi kulit Anda dari kerusakan yang disebabkan oleh oksidasi.

Menjaga Elastisitas Kulit dengan Vitamin E

Selain vitamin C, singkong juga mengandung vitamin E yang penting untuk kesehatan kulit. Vitamin E adalah antioksidan yang membantu melawan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan mempromosikan regenerasi sel kulit.

Salah satu cara utama vitamin E bekerja adalah dengan menjaga integritas kolagen dan serat elastin dalam kulit Anda. Kolagen dan serat elastin adalah komponen penting dalam menjaga kulit tetap elastis dan kencang.

Dengan menjaga kolagen dan serat elastin tetap sehat, vitamin E membantu menjaga elastisitas kulit Anda. Ini berarti kulit Anda tetap kencang dan muda, dan Anda dapat mengurangi risiko munculnya tanda-tanda penuaan seperti kerutan.

Baca juga: 18 Manfaat Jus Nanas untuk Kesehatan beserta Kandungan Nutrisinya

Cara Mengolah Singkong

Ketika hendak mengonsumsi singkong, penting untuk melakukan pengolahan yang tepat guna menghilangkan zat sianida berbahaya yang terdapat dalam singkong.

Untuk membuatnya lebih aman untuk dikonsumsi, singkong harus disiapkan dengan mengupas kulitnya terlebih dahulu, kemudian merendam bagian batang yang berwarna putih dalam air bersih selama 48-60 jam.

Setelah proses perendaman selesai, lanjutkan dengan memasak singkong hingga matang sempurna. Anda dapat memilih untuk menggoreng, merebus, atau mengukus singkong selama minimal 25 menit. Hal ini penting untuk mencegah risiko keracunan sianida yang dapat terjadi jika mengonsumsi singkong yang masih mentah atau kurang matang.

Kesimpulan

Dari peningkatan energi hingga perawatan kulit yang efektif, singkong adalah makanan yang luar biasa dengan berbagai manfaat kesehatan. Singkong tidak hanya menyediakan sumber energi yang stabil, tetapi juga membantu meningkatkan kesehatan pencernaan, mengendalikan kadar gula darah, dan menyediakan berbagai mineral yang penting untuk tubuh.

Selain itu, singkong juga memiliki dampak positif pada kesehatan kulit Anda. Ini membantu dalam mengangkat sel kulit mati, menghilangkan bekas luka, menghidrasi kulit, melawan radikal bebas, dan menjaga elastisitas kulit. Manfaat-manfaat ini membuat singkong menjadi pilihan yang baik dalam menjaga kesehatan dan kecantikan kulit Anda.

Referensi

  1. Rianto, B., Riska, D., Lestari, A., & Rohnenti, O. (2021). Pengaruh Perilaku Pola Makan Nasi Singkong dan Nasi Beras Terhadap Tekanan Darah. GLOBAL HEALTH SCIENCE6(3), 105-109.
  2. Widiyaningsih, E. N., & Munawaroh, R. (2022). Education about The Utilization of Cassava Starch (Tapioca) for Health and Making Snack. BEMAS: Jurnal Bermasyarakat2(2), 81-87.
  3. Cristina, N. N., Hertati, L., Syafitri, L., Munandar, A., & Hendarmin, R. (2022). Sosialisasi manfaat inovasi pengolahan singkong desa petanang serta fungsi media aplikasi promosi digital program KKN tematik mbkm mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri. PORTAL RISET DAN INOVASI PENGABDIAN MASYARAKAT1(4), 141-152.
  4. Suroso, E., Rudiana, D., Santosa, A. D., Putra, A. S., & Andriani, A. (2022). Frozen Food Olahan Singkong: Alternatif Solusi Ketahanan Pangan Keluarga Di Kampung Anaka Kota Tasikmalaya. J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat1(8), 1853-1860.