Kenali Tawas Lebih Dekat dan Cara Menggunakannya

Tawas

Tawas

Tawas atau Alum telah menemani kehidupan manusia selama berabad-abad sebagai kristal ajaib dengan segudang manfaat. Mungkin kamu sering melihat batu bening seperti es batu kecil di pasar tradisional atau toko bahan kimia, namun jangan salah sangka. Di balik penampilannya yang sederhana, tawas menyimpan kekuatan besar sebagai penjernih air, penghilang bau badan alami, bahkan pelindung bahan rumah tangga dari bahaya api.

Apa Sebenarnya Tawas Itu?

Dari sudut pandang kimia, tawas atau alum merupakan kelompok garam rangkap berhidrat yang bersifat isomorf. Maksudnya, tawas membentuk struktur kristal yang sama meskipun mengandung logam berbeda. Senyawa aluminium sulfat menjadi salah satu komponen utama pembentuk tawas, khususnya untuk jenis potash alum yang paling populer, yaitu kalium aluminium sulfat dengan rumus kimia KAl(SO₄)₂·12H₂O.

Kamu perlu tahu, aluminium sulfat jarang sekali ditemukan dalam kondisi tanpa air (anhidrat). Senyawa aluminium sulfat lebih suka mengikat molekul air, membentuk berbagai hidrat seperti heksadekahidrat atau oktadekahidrat. Di alam, mineral alunogen yang merupakan heptadekahidrat dengan rumus [Al(H₂O)₆]₂(SO₄)₃·5H₂O menjadi bukti keberadaan alami tawas. Sifat isomorf ini memungkinkan tawas dari berbagai sumber tetap memiliki karakteristik dasar yang sama, terutama kemampuannya larut dalam air dan membentuk koloid.

Bagaimana Tawas atau Alum Bekerja Menjernihkan Air?

Salah satu kegunaan paling populer dari tawas adalah sebagai agen penjernih air. Kamu pasti sering melihat air sumur atau air sungai yang keruh, berwarna kecoklatan, atau mengandung banyak lumpur.

Ketika kamu mencampurkan alum ke dalam air keruh, senyawa ini akan mengalami hidrolisis. Proses tersebut menghasilkan gumpalan-gumpalan kecil seperti agar-agar yang disebut flok. Gumpalan ini bersifat lengket dan bermuatan positif. Sementara itu, partikel lumpur dan kotoran dalam air umumnya bermuatan negatif. Layaknya magnet yang berlawanan, flok dari alum akan menarik dan mengikat semua partikel kotoran tersebut.

Seiring waktu, gumpalan yang semakin besar dan berat akan jatuh ke dasar wadah karena gaya gravitasi. Inilah yang disebut proses koagulasi dan flokulasi. Hasilnya, kamu akan melihat air di bagian atas menjadi jernih, sementara endapan kotoran terkumpul rapi di dasar. Prinsip ini menjadikan alum sebagai koagulan andalan di instalasi pengolahan air minum skala besar maupun kecil.

Cara Menggunakan untuk Air Sumur

Jika kamu memiliki air sumur yang keruh, ikuti langkah aktif berikut untuk menjernihkannya:

  1. Siapkan larutan alum atau tawas. Hancurkan alum seukuran kelereng, lalu larutkan ke dalam satu gelas air hangat. Aduk hingga benar-benar larut.
  2. Tuang ke dalam air keruh. Masukkan larutan alum ke dalam ember atau bak penampungan berisi 20-30 liter air keruh.
  3. Aduk cepat selama 5 menit. Lalu, kurangi kecepatan adukan dan lakukan pengadukan lambat selama 10 menit. Tujuannya agar flok bisa terbentuk sempurna.
  4. Diamkan selama 2-6 jam. Biarkan proses pengendapan berlangsung. Jangan goyangkan wadah.
  5. Ambil air jernih. Gunakan selang atau gayung untuk mengambil air bagian atas tanpa mengganggu endapan di dasar.

Penting untuk diingat, alum hanya menjernihkan air secara fisik, bukan membunuh bakteri. Untuk air minum, setelah dijernihkan dengan alum, kamu harus merebusnya hingga mendidih.

Tawas sebagai Deodoran Alami

Selain untuk air, tawas juga menjadi primadona dalam perawatan tubuh. Kamu mungkin sering melihat produk deodoran kristal yang dijual di toko-toko kesehatan. Ternyata, bahan utamanya adalah alum juga.

Bau badan muncul ketika bakteri di permukaan kulit memecah keringat menjadi asam lemak. Alum bekerja dengan cara menciptakan lapisan tipis garam aluminium di kulit. Lapisan ini bersifat antibakteri dan mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau. Berbeda dengan deodoran parfum yang hanya menutupi bau, alum menyerang akar masalahnya.

Cara menggunakan tawas sebagai deodoran:

  1. Basahi sedikit batu tawas dengan air.
  2. Gosokkan secara merata pada ketiak yang sudah dibersihkan.
  3. Biarkan mengering.
    Kamu akan merasa segar sepanjang hari tanpa khawatir iritasi karena tawas tergolong hipoalergenik.

Manfaat Lain Tawas yang Jarang Diketahui

Rupanya, khasiat tawas tidak berhenti di air dan deodoran. Masyarakat tradisional dan beberapa industri modern memanfaatkan tawas untuk beragam keperluan lain.

1. Pengawet Alami Makanan

Sebelum munculnya bahan pengawet kimia seperti boraks, nenek moyang kita menggunakan alum untuk mengawetkan makanan. Alum atau Tawas mampu mempertahankan kerenyahan pada kerupuk, mie, atau acar. Namun, kamu perlu berhati-hati. Penggunaan alum untuk makanan saat ini sudah sangat dibatasi karena kandungan aluminium. Konsumsi aluminium berlebihan dapat mengganggu ginjal dan tulang. Pastikan kamu hanya menggunakan alum food grade jika terpaksa, atau lebih baik hindari sama sekali.

2. Bahan Anti Api pada Tekstil

Kamu mungkin tidak menyangka, alum juga menjadi andalan dalam dunia pemadam kebakaran. Tawas memiliki titik leleh yang tinggi, mencapai sekitar 900°C. Karena sifatnya ini, alum digunakan sebagai komponen foamite dalam alat pemadam api. Selain itu, larutan alum bisa kamu semprotkan pada kain, kayu, atau kertas untuk meningkatkan ketahanan material tersebut terhadap api. Di masa lalu, tentara bahkan merendam seragam mereka dalam larutan alum sebagai perlindungan darurat terhadap api.

3. Mengatasi Sariawan dan Luka Kecil

Secara tradisional, orang sering menggosokkan batu alum pada sariawan di mulut. Sensasi perih yang muncul diikuti dengan rasa kebas ternyata membantu mempercepat penyembuhan. Sifat astringent pada alum mampu mengerutkan jaringan dan menghentikan pendarahan kecil. Kamu juga bisa melarutkan sedikit alum dalam air hangat untuk berkumur saat mengalami radang tenggorokan atau sariawan.

Hal Penting yang Harus Kamu Perhatikan Sebelum Menggunakannya

Meskipun alum terlihat aman dan alami, kamu tetap harus cerdas dalam menggunakannya. Berikut adalah beberapa peringatan penting.

  • Tawas bukan untuk semua jenis air. Jika air mengandung banyak bahan organik (seperti dari rawa atau gambut), alum justru bisa membentuk warna yang tidak diinginkan.
  • Jangan berlebihan. Dosis alum yang terlalu tinggi akan meninggalkan rasa sepat pada air dan berpotensi meningkatkan kadar aluminium.
  • Tidak membunuh kuman. Lagi-lagi, ingatlah bahwa alum adalah koagulan, bukan disinfektan. Air yang sudah dijernihkan dengan alum tetap harus direbus sebelum diminum.
  • Hindari kontak dengan mata. Jika terkena mata, segera bilas dengan air mengalir yang banyak.

Tawas vs Bahan Kimia Lain: Mana yang Lebih Unggul?

Dalam dunia pengolahan air, tawas (aluminium sulfat) bukanlah satu-satunya pilihan. Kamu juga akan mendengar nama Poly Aluminium Chloride (PAC) atau ferro sulfat. Lalu, mana yang terbaik?

  • Alum lebih murah dan mudah didapat. Sangat cocok untuk skala rumah tangga.
  • PAC bekerja lebih cepat dan efektif pada rentang pH yang lebih luas. Namun, harganya lebih mahal.
  • Ferro sulfat baik untuk air dengan pH tinggi, tapi bisa meninggalkan warna kekuningan.

Kesimpulannya, untuk keperluan harian seperti menjernihkan air sumur atau kolam, alum tetap menjadi pilihan paling ekonomis dan praktis.

Sekarang kamu sudah memahami rahasia di balik kristal mungil bernama alum atau tawas. Jangan simpan sendiri pengetahuan ini! Bagikan artikel ini kepada teman atau keluarga yang masih bingung memilih koagulan untuk sumur bor rumahnya. Dengan berbagi, kita saling membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan cerdas.

Baca juga:

Referensi:

  1. Lipson, H., & Beevers, C. A. (1935). The crystal structure of the alums. Proceedings of the Royal Society of London. Series A-Mathematical and Physical Sciences148(865), 664-680.
  2. De Gregorio, E., Tritto, E., & Rappuoli, R. (2008). Alum adjuvanticity: unraveling a century old mystery. European journal of immunology38(8), 2068-2071.
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Tawas

(FAQ) Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Tawas

1. Apakah air yang sudah dijernihkan dengan tawas aman untuk diminum langsung?

Tidak. Alum hanya menjernihkan air dengan mengendapkan kotoran, tetapi tidak membunuh bakteri, virus, atau parasit. Kamu harus merebus air tersebut hingga mendidih atau menambahkan klorin sebelum mengonsumsinya sebagai air minum.

2. Berapa dosis tawas yang tepat untuk menjernihkan 1000 liter air keruh?

Sebagai panduan awal, gunakan 30 hingga 80 gram tawas (sekitar 3 hingga 8 sendok makan) untuk 1000 liter air. Lakukan uji coba skala kecil terlebih dahulu: larutkan 1 gram tawas dalam 1 liter air contoh. Jika air menjadi jernih dalam 1-2 jam, dosis tersebut sudah tepat.

3. Bisakah tawas digunakan bersamaan dengan kaporit (klorin) dalam pengolahan air?

Bisa, tetapi perhatikan urutannya. Gunakan alum terlebih dahulu untuk mengendapkan kotoran. Setelah proses pengendapan selesai dan air jernih, baru tambahkan klorin untuk disinfeksi. Mencampur alum dan klorin secara bersamaan dapat mengurangi efektivitas keduanya.

4. Apakah tawas sama dengan baking soda atau soda kue?

Sangat berbeda. Alum atau Tawas adalah kalium aluminium sulfat yang bersifat asam dan digunakan sebagai koagulan. Baking soda adalah natrium bikarbonat yang bersifat basa dan digunakan sebagai pengembang kue atau penetral asam. Jangan pernah mengganti keduanya dalam resep atau penggunaan teknis.

5. Bagaimana cara menyimpan tawas agar tidak meleleh atau rusak?

Simpan kristal tawas dalam wadah kedap udara di tempat yang kering dan sejuk. Tawas bersifat higroskopis, artinya mudah menyerap uap air dari udara. Jika terkena udara lembab, tawas akan meleleh pada permukaannya. Kamu bisa menambahkan beras mentah ke dalam wadah penyimpanan untuk menyerap kelembaban berlebih.

Scroll to Top