Efek Samping Daun Kelor
Lifestyle

4 Efek Samping Daun Kelor

Efek Samping Daun Kelor – Daun kelor, tanaman ajaib yang telah lama dikenal sebagai bagian tak terpisahkan dari pengobatan tradisional di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Khasiatnya yang luar biasa telah menjadikannya bahan utama dalam berbagai ramuan herbal, jamu, atau bahkan dikonsumsi dalam bentuk bubuk atau kapsul suplemen. Namun, seperti halnya obat-obatan alami lainnya, daun kelor juga tidak luput dari efek samping yang mungkin timbul.

Kandungan Daun Kelor

Efek Samping Daun Kelor

Beberapa studi mengungkapkan bahwa daun ini mengandung vitamin C, vitamin A, kalium, dan zat besi dalam jumlah yang cukup tinggi. Bahkan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa jumlah vitamin C dalam daun kelor sama dengan jeruk, kandungan kaliumnya setara dengan pisang, dan jumlah vitamin A lebih banyak dari wortel. Selain itu, daun kelor juga mengandung kalsium, protein, asam amino, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh.

Efek Samping Daun Kelor

Meskipun memiliki beragam manfaat, konsumsi daun kelor juga bisa menyebabkan efek samping jika tidak dikonsumsi dengan tepat. Berikut beberapa efek sampingnya:

1. Kadar Gula Darah Turun Terlalu Rendah

Beberapa studi menunjukan bahwa konsumsi daun kelor bersamaan dengan obat diabetes dapat menyebabkan efek interaksi obat. Hal ini bisa menyebabkan kadar gula darah turun terlalu rendah (hipoglikemia), yang ditandai dengan wajah terlihat pucat, tubuh berkeringat, sakit kepala, detak jantung tidak teratur, mual, kelaparan, lemas, dan sulit konsentrasi.

2. Tekanan Darah Terlalu Rendah

Daun kelor juga tidak disarankan untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat tekanan darah, karena dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah (hipotensi). Hipotensi ditandai dengan pandangan kabur, pusing, kelelahan, mual, merasa akan pingsan, dan sulit konsentrasi.

3. Gangguan Pencernaan

Salah satu efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi daun kelor adalah gangguan pencernaan, seperti sakit perut dan diare. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa asupan daun kelor yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan zat besi dalam darah, yang ditandai dengan nyeri sendi, mudah lelah, dan penurunan gairah seksual.

4. Memicu Kontraksi pada Rahim Wanita Hamil

Efek samping dari daun kelor berikutnya berdampak pada wanita yang sedang hamil dan menyusui. Zat kimia tertentu yang terdapat dalam tanaman ini dapat memicu kontraksi pada rahim wanita hamil, sehingga meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, wanita yang sedang menyusui juga sebaiknya menghindari konsumsi daun kelor karena beberapa kandungannya kemungkinan tidak aman untuk bayi.

Cara Menghindari Efek Samping Daun Kelor

Untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi daun kelor, Anda disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang tepat, yaitu tidak lebih dari 50–70 gram per hari atau setara dengan sekitar 10–15 sendok teh bubuk daun kelor.

Selain itu, bagi seseorang yang sedang menjalani perawatan medis dan mengonsumsi obat-obatan, sebaiknya hindari juga konsumsi daun kelor. Sebagai contoh, bagi penderita penyakit tiroid, senyawa yang terdapat dalam daun kelor sebenarnya dapat membantu meningkatkan fungsi tiroid. Namun, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi daun kelor secara bersamaan dengan obat tiroid lainnya. Hal ini juga berlaku untuk obat-obatan yang di metabolisasi oleh hati, obat diabetes, dan obat tekanan darah tinggi, karena kombinasi dengan daun kelor dapat menyebabkan komplikasi.

Semoga informasi tentang Efek Samping Daun Kelor ini dapat bermanfaat, terimakasih.

Baca juga:

Referensi

  1. Wijaya, D. F. H., Krisnawan, A. H., Yunita, O., Krisyanti, B., Rani, K. C., & Jayani, N. I. E. (2022). Systematic Literature Review: Side Effect of Moringa oleifera Lam.
  2. Mehwish, H. M., Riaz Rajoka, M. S., Xiong, Y., Zheng, K., Xiao, H., Anjin, T., … & He, Z. (2022). Moringa oleifera–a functional food and its potential immunomodulatory effects. Food Reviews International38(7), 1533-1552.
  3. Islam, Z., Islam, S. M., Hossen, F., Mahtab-ul-Islam, K., Hasan, M. R., & Karim, R. (2021). Moringa oleifera is a prominent source of nutrients with potential health benefits. International Journal of Food Science2021.
  4. Meireles, D., Gomes, J., Lopes, L., Hinzmann, M., & Machado, J. (2020). A review of properties, nutritional and pharmaceutical applications of Moringa oleifera: integrative approach on conventional and traditional Asian medicine. Advances in Traditional Medicine20(4), 495-515.
  5. Xiao, X., Wang, J., Liang, W., & Gao, L. (2020). Moringa oleifera Lam and its therapeutic effects in immune disorders. Frontiers in pharmacology11, 566783.