Lidah Mertua untuk Kesehatan: Manfaat, Cara Merawat, dan Peringatan Penting Sebelum Memeliharanya

Lidah Mertua untuk Kesehatan

Lidah Mertua untuk Kesehatan

Lidah mertua untuk kesehatan kini menjadi topik yang semakin populer di kalangan masyarakat urban yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan. Tanaman dengan nama ilmiah Sansevieria trifasciata ini bukan sekadar penghias ruangan; sebaliknya, tanaman ini bekerja tanpa henti sebagai mitra alami yang membersihkan udara yang kamu hirup setiap hari. Berbagai penelitian ilmiah membuktikan kemampuan tanaman ini dalam menyerap polutan berbahaya, memproduksi oksigen di malam hari, hingga memberikan efek menenangkan bagi penghuninya. Jika kamu sedang mencari solusi sederhana untuk meningkatkan kualitas udara di rumah, lidah mertua adalah jawaban yang tepat.

Mengapa Lidah Mertua Menjadi Pilihan Utama untuk Kesehatan?

Tanaman lidah mertua terkenal karena perawatannya yang sangat mudah dan kemampuannya bertahan di berbagai kondisi lingkungan. Tanaman ini tumbuh dengan baik meskipun kamu jarang menyiramnya dan menempatkannya di ruangan dengan cahaya minim. Namun, di balik ketangguhannya, lidah mertua menyimpan segudang manfaat kesehatan yang para peneliti telah buktikan secara ilmiah.

1. Kemampuan Menyerap Polutan Udara

Salah satu keunggulan utama lidah mertua adalah kemampuannya menyerap berbagai zat berbahaya di udara. Tanaman ini mampu menyerap senyawa seperti formaldehida, benzena, trikloroetilen, xilena, dan toluena — senyawa yang sering muncul pada cat dinding, karpet, perabot rumah tangga, hingga asap rokok. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa lidah mertua mampu menyerap 107 jenis polutan di daerah padat lalu lintas dan ruangan yang penuh asap rokok.

Selain itu, para peneliti juga telah menguji kemampuan tanaman ini menyerap karbon monoksida (CO) dan sulfur dioksida (SO2) secara eksperimental. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin lama tanaman bersentuhan dengan polutan, semakin besar pula penurunan kadarnya. Misalnya, setelah 6 jam kontak, lidah mertua mampu menurunkan kadar CO hingga 83,88% dan SO2 hingga 65,52%.

2. Produksi Oksigen di Malam Hari

Berbeda dari kebanyakan tanaman yang melepaskan karbon dioksida pada malam hari, lidah mertua justru menghasilkan oksigen. Tanaman ini memiliki mekanisme khusus bernama Crassulacean Acid Metabolism (CAM) yang memungkinkannya membuka stomata pada malam hari untuk menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen. Karena karakteristik inilah, lidah mertua sangat ideal untuk kamar tidur, karena dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan membuat pernapasan lebih lega.

Manfaat Lidah Mertua untuk Kesehatan

1. Membersihkan Udara di Dalam Ruangan

Kualitas udara dalam ruangan sering kali lebih buruk dibandingkan udara di luar. Berbagai barang di rumah, seperti cat, furnitur berbahan kayu lapis, dan produk pembersih, melepaskan senyawa kimia berbahaya yang tidak kasat mata. Di sinilah lidah mertua berperan: tanaman ini bekerja sebagai penyaring alami yang menyerap zat-zat beracun tersebut melalui pori-pori daunnya, lalu mengubahnya menjadi nutrisi bagi dirinya sendiri.

2. Mengurangi Gejala Alergi dan Gangguan Pernapasan

Bagi kamu yang memiliki sensitivitas terhadap debu atau riwayat asma, lidah mertua bisa menjadi sekutu yang sangat membantu. Kemampuannya menangkap partikel mikroskopis dan alergen di udara membantu mengurangi frekuensi bersin, mata gatal, dan sesak napas. Terlebih lagi, penelitian juga mengungkapkan bahwa ekstrak tanaman Sansevieria memiliki aktivitas anti-alergi dan anti-anafilaksis yang bermanfaat bagi sistem pernapasan.

3. Mengatasi Sick Building Syndrome

Sick Building Syndrome adalah kondisi ketika penghuni bangunan mengalami berbagai keluhan kesehatan, seperti sakit kepala, iritasi saluran pernapasan, dan kelelahan kronis tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini sering berkaitan dengan buruknya kualitas udara dalam ruangan. Dengan kehadirannya, lidah mertua membantu memperbarui sirkulasi udara dan meningkatkan kadar oksigen, sehingga mengurangi gejala Sick Building Syndrome secara signifikan.

4. Menjaga Kelembapan Udara

Ruangan ber-AC sering kali memiliki udara yang terlalu kering, sehingga menyebabkan kulit kering, bibir pecah-pecah, dan tenggorokan gatal. Melalui proses transpirasi, lidah mertua melepaskan uap air yang membantu menjaga kelembapan relatif ruangan pada level ideal. Kelembapan yang terjaga dengan baik tidak hanya nyaman untuk kulit, tetapi juga membantu menjaga membran mukosa saluran pernapasan agar tetap lembap dan berfungsi optimal.

5. Meningkatkan Kesehatan Mental dan Menurunkan Stres

Konsep biophilic design menjelaskan bahwa manusia memiliki keterikatan bawaan dengan alam. Ketika kamu melihat dan merawat tanaman hijau seperti lidah mertua, tubuhmu dapat memicu pelepasan hormon endorfin sekaligus menurunkan kadar kortisol, hormon yang berkaitan dengan stres. Dengan kata lain, kehadiran tanaman di ruangan terbukti membantu menenangkan sistem saraf, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan perasaan sejahtera secara keseluruhan.

Kandungan Senyawa Aktif dalam Lidah Mertua

Lidah mertua mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berkontribusi terhadap manfaat kesehatannya. Berikut adalah senyawa utama yang para peneliti telah identifikasi:

Senyawa AktifManfaat
PolifenolAntioksidan, antibakteri
SaponinAntibakteri, antifungi
FlavonoidAntioksidan, antibakteri
SteroidAntibakteri, antifungi
AlkaloidAntibakteri
Pregnane glycosideMenguraikan racun, mereduksi polutan

Dengan kandungan senyawa tersebut, lidah mertua tidak hanya bermanfaat sebagai penyaring udara, tetapi juga berpotensi sebagai agen antibakteri dan antifungi alami.

Cara Merawat Lidah Mertua agar Manfaatnya Optimal

1. Penyiraman yang Tepat

Lidah mertua termasuk tanaman sukulen yang menyimpan air di dalam daunnya. Oleh karena itu, kamu cukup menyiramnya ketika lapisan atas tanah sudah benar-benar kering, biasanya setiap dua minggu hingga satu bulan sekali tergantung kondisi ruangan. Sebaliknya, penyiraman berlebihan justru menyebabkan akar membusuk dan menurunkan kemampuan tanaman menyaring udara.

2. Media Tanam dengan Drainase Baik

Gunakan campuran tanah dengan pasir kasar atau perlite untuk memastikan drainase yang baik. Jika media tanam terlalu padat dan lembap, akar bisa rusak dan pertumbuhan tanaman pun terhambat.

3. Pencahayaan yang Cukup

Meskipun lidah mertua toleran terhadap cahaya minim, tanaman ini tumbuh lebih baik jika mendapatkan cahaya terang tidak langsung selama sekitar enam jam per hari. Karena itu, tempatkan tanaman ini di dekat jendela yang menghadap ke arah tenggara agar pertumbuhannya lebih optimal.

4. Membersihkan Daun Secara Rutin

Debu yang menumpuk di permukaan daun dapat menyumbat stomata dan menurunkan kemampuan tanaman menyerap polutan. Maka dari itu, bersihkan daun secara berkala dengan kain lembap agar tanaman tetap efektif menjalankan fungsinya sebagai penyaring udara.

Peringatan Keamanan untuk Pemilik Hewan Peliharaan

Meskipun bermanfaat bagi manusia, lidah mertua mengandung saponin yang bersifat toksik ringan bagi hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Jika hewan kesayanganmu tidak sengaja mengunyah atau menelan daunnya, gejala yang mungkin muncul meliputi air liur berlebih, mual, muntah, dan diare. Oleh sebab itu, pastikan kamu meletakkan tanaman ini di tempat yang tidak terjangkau oleh hewan peliharaan.

Lidah mertua untuk kesehatan adalah investasi sederhana yang memberikan manfaat luar biasa bagi kualitas hidupmu. Tanaman ini bekerja tanpa lelah membersihkan udara, menghasilkan oksigen, dan menciptakan suasana yang lebih nyaman di rumah. Karena itu, mulailah menempatkan lidah mertua di sudut ruanganmu hari ini, dan rasakan perbedaannya. Selain itu, bagikan artikel ini kepada teman atau keluarga yang mungkin membutuhkan solusi alami untuk kualitas udara yang lebih baik — ingatlah bahwa udara bersih adalah hak setiap orang, dan alam telah menyediakan jawabannya melalui tanaman yang sederhana namun luar biasa.

Baca juga:

FAQ

1. Apakah lidah mertua benar-benar efektif membersihkan udara di dalam ruangan?

Ya, para peneliti telah membuktikan secara ilmiah bahwa lidah mertua mampu menyerap berbagai polutan udara seperti formaldehida, benzena, dan karbon monoksida. Bahkan, penelitian menunjukkan penurunan kadar polutan yang signifikan setelah tanaman ini bersentuhan dengan polutan tersebut, terutama dalam durasi yang lebih lama.

2. Mengapa lidah mertua berbeda dari tanaman lain dalam hal produksi oksigen?

Lidah mertua memiliki mekanisme Crassulacean Acid Metabolism (CAM) yang memungkinkannya membuka stomata pada malam hari untuk menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen. Karena karakteristik inilah, tanaman ini sangat ideal untuk kamar tidur.

3. Berapa banyak tanaman lidah mertua yang kamu butuhkan untuk merasakan manfaatnya?

Untuk efek pemurnian udara yang signifikan, para ahli menyarankan kamu menempatkan sekitar 6 hingga 8 tanaman setinggi pinggang untuk setiap area seluas 100 meter persegi. Sebarkan tanaman di area yang paling sering kamu gunakan, seperti ruang keluarga dan kamar tidur.

4. Apakah lidah mertua aman untuk hewan peliharaan?

Tidak. Lidah mertua mengandung saponin yang bersifat toksik ringan bagi anjing dan kucing. Jika hewan peliharaanmu menelannya, ia bisa mengalami mual, muntah, dan diare. Karena itu, jauhkan tanaman ini dari jangkauan hewan kesayanganmu.

5. Bagaimana cara merawat lidah mertua agar tetap efektif menyaring udara?

Bersihkan daun secara rutin dengan kain lembap untuk mencegah debu menyumbat stomata, siram tanaman hanya ketika tanahnya benar-benar kering, dan tempatkan di area dengan cahaya terang tidak langsung. Dengan perawatan yang tepat, kemampuan tanaman menyerap polutan pun tetap optimal.

Referensi

  1. Andhare, N. N., Raut, M. K., & Naik, S. R. (2012). Evaluation of antiallergic and anti-anaphylactic activity of ethanolic extract of Sansevieria trifasciata leaves (EEST) in rodents. Journal of Ethnopharmacology, *142*(3), 627–633. https://doi.org/10.1016/j.jep.2012.05.007
  2. Dewatisari, W., Nugroho, L. H., Retnaningrum, E., & Urwestri, Y. A. P. (2022). Antibacterial and anti-biofilm-forming activity of secondary metabolites from Sansevieria trifasciata leaves against Pseudomonas aeruginosa. Indonesian Journal of Pharmacy, *33*(1), 100–109. https://doi.org/10.22146/ijp.2815
  3. Ighodaro, O. M., Adeosun, A. M., Qjiko, B. F., Akorede, A. T., & Fuyi-Williams, O. (2017). Toxicity status and antituberative potential of Sansevieria trifasciata leaf extract in Wistar rats. Journal of Intercultural Ethnopharmacology, *6*(2), 234–239. https://doi.org/10.5455/jice.20170421103553
  4. Kaur, J., Dhar, S. K., Chauhan, A., Yadav, S., Mudgal, G., Lyudmila, A., Atuchin, V., & Abdi, G. (2023). GC-MS validated phytochemical up-leveling with in vitro-raised Sansevieria trifasciata [Prain]: The Mother in Law’s tongue gets more antibacterial. Current Plant Biology, *35*, 100308. https://doi.org/10.1016/j.cpb.2023.100308
  5. Maimuna, S. (2024). Kinerja papan partikel dengan pengaplikasian ekstrak lidah mertua (Sansevieria trifasciata) sebagai papan penyerap polutan [Performance of particle boards with the application of mother-in-law’s tongue (Sansevieria trifasciata) extract as pollutants absorbing boards]. AGRIS FAO. https://agris.fao.org/search/zh/records/6878e86e5d9ad5f58d606691
  6. Puspitasari, H. D. A., Widyanto, T., & Rudijanto I. W., H. (2019). Pengaruh perasan daun lidah mertua (Sansevieria trifasciata prain) terhadap angka kuman udara di ruang kelas R226, R221, dan R222 Kampus 7 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang Tahun 2018. Keslingmas, *38*(1), 1–8. https://doi.org/10.31983/keslingmas.v38i1.4071
  7. Sukaningtyas, R., Haryono, H., & Muryani, S. (2020). Variasi lama waktu kontak tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata lorentii mein leibling) dalam menurunkan kadar karbon monoksida dan sulfur dioksida di dalam ruangan. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, *5*(2), 59–68. https://doi.org/10.29238/sanitasi.v5i2.687
  8. Wolverton, B. C., Johnson, A., & Bounds, K. (1989). Interior landscape plants for indoor air pollution abatement. NASA Stennis Space Center. https://ntrs.nasa.gov/citations/19930072931 

di review oleh tim reviewers

Scroll to Top