antioksidan
Lifestyle

Antioksidan: Manfaat, Kelompok, Jenis, dan Sumbernya

antioksidan

Antioksidan – Kesehatan merupakan aspek penting dalam menjalani kehidupan yang produktif dan bahagia. Untuk menjaga kesehatan tubuh, kita perlu memperhatikan asupan nutrisi yang tepat. Salah satu zat yang sangat penting untuk kesehatan tubuh adalah antioksidan untuk menagkal radikal bebasa yang membahayakan kesehatan tubuh Anda.

Apa itu Antioksidan?

Antioksidan berperan dalam melawan efek negatif yang dihasilkan oleh radikal bebas. Apakah Anda pernah mendengar tentang radikal bebas? Radikal bebas terbentuk sebagai hasil sampingan dari proses metabolik dalam mengubah makanan menjadi energi. Selain itu, tubuh kita dapat terpapar radikal bebas melalui makanan, udara, dan juga sebagai respons tubuh terhadap sinar matahari.

Itulah sebabnya mengapa tubuh manusia membutuhkan antioksidan. Ada dua jenis antioksidan, yaitu endogen yang dihasilkan oleh tubuh sendiri, dan eksogen yang diperoleh dari luar tubuh terutama melalui makanan. Meskipun tubuh dapat menghasilkan antioksidan sendiri, namun kita lebih bergantung pada antioksidan yang diperoleh dari sumber eksternal. Senyawa ini bekerja dengan cara memberikan elektron pada molekul radikal bebas untuk menetralkan efek negatifnya.

Baca juga: Kandungan Gizi Wortel: Keajaiban Sayuran Sehat

Manfaat Antioksidan dalam Menangkal Radikal Bebas

Radikal bebas adalah substansi yang terbentuk secara alami selama proses metabolisme tubuh. Selain itu, mereka juga dapat berasal dari faktor eksternal seperti polusi udara, asap rokok, pestisida, atau obat-obatan.

Radikal bebas memiliki potensi merusak struktur DNA dalam sel, meningkatkan kolesterol jahat, menyebabkan peradangan, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Paparan berlebihan dan berkelanjutan terhadap radikal bebas dapat meningkatkan risiko penuaan dini dan penyakit-penyakit seperti penyakit jantung, kanker, dan demensia.

Karena itu, tubuh memerlukan antioksidan yang berfungsi untuk melawan efek paparan radikal bebas tersebut. Beberapa zat yang memiliki sifat antioksidan termasuk flavonoid, polifenol, beta karoten, lutein, likopen, selenium, seng, antosianin (pigmen warna pada buah dan sayuran), serta vitamin A, C, dan E.

Beberapa penelitian juga menunjukkan kemungkinan vitamin D memiliki efek antioksidan, tetapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hal ini.

Baca juga: Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas dengan Benar

Kelompok Antioksidan

Antioksidan terdiri dari 3 kelompok, berikut penjelasannya.

Enzim

Enzim merupakan salah satu jenis antioksidan yang terdiri dari protein dan mineral, enzim disintesis di dalam tubuh dan membutuhkan mineral seperti zat besi, tembaga, selenium, magnesium, dan seng agar dapat berfungsi dengan optimal. Kualitas enzim yang diperoleh oleh tubuh juga sangat dipengaruhi oleh kualitas makanan sumber protein yang dikonsumsi.

Vitamin

Karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin sendiri, kita perlu mendapatkannya dari luar melalui makanan atau suplemen. Contoh antioksidan vitamin meliputi vitamin A, C, E, asam folat, dan beta karoten, masing-masing dengan manfaatnya sendiri. Coenzyme Q10 (COQ10), misalnya, sebenarnya dapat diproduksi oleh tubuh. Nutrisi ini berperan penting dalam memastikan setiap sel dalam tubuh berfungsi dengan baik. Namun, produksi nutrisi ini cenderung menurun seiring bertambahnya usia, sehingga kita perlu mendapatkannya dari sumber eksternal.

Fitokemikal

Fitokemikal adalah jenis antioksidan yang digunakan oleh tumbuhan untuk melindungi diri mereka dari kerusakan akibat radikal bebas. Untungnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kita juga bisa mendapatkan perlindungan ini saat mengonsumsi makanan nabati. Penting untuk memilih makanan nabati yang bukan hasil proses, karena makanan yang telah diproses cenderung memiliki kandungan fitokemikal yang sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Secara umum, fitokemikal dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu karotenoid, flavonoid, polifenol, dan alil sulfida.

Baca juga: 13 Manfaat Sari Kurma untuk Kesehatan

Jenis Antioksidan

Berikut adalah beberapa jenis antioksidan beserta makanan yang kaya kandungan antioksidan tersebut:

Flavonoid

Flavonoid merupakan kelompok senyawa kimia yang banyak ditemukan dalam buah, sayur, dan akar tumbuhan, flavonoid memiliki sifat antioksidan yang dapat melawan efek radikal bebas dan mengurangi peradangan.

Antosianin

Antosianin adalah pigmen warna yang memberikan warna merah, ungu, oranye, hijau, dan biru pada tumbuhan. Zat ini termasuk dalam kelompok antioksidan flavonoid. Antosianin diyakini dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, kanker, diabetes, gangguan metabolisme, dan juga membantu melawan infeksi.

Beta-karoten

Beta-karoten memiliki sifat antioksidan yang baik untuk kesehatan mata, kulit, organ reproduksi, dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Makanan yang mengandung beta-karoten banyak ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran berwarna merah, oranye, atau kuning.

Likopen

Likopen dipercaya memiliki manfaat seperti mencegah penyakit kanker tertentu, melindungi kulit dari kerusakan, menjaga fungsi otak dan kesehatan mata, serta memperkuat tulang.

Polifenol

Polifenol memiliki banyak manfaat, termasuk menurunkan kadar gula darah, mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, stroke, dan kanker, serta menjaga kesehatan sistem pencernaan dan fungsi otak.

Baca juga: 14 Makanan Pelancar BAB agar Pencernaan Sehat

Sumber Makanan Antioksidan

Berikut ini penjelasan sumber makanan antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

Bayam

Bayam, dengan kandungan nutrisi yang melimpah dan kaya antioksidan, merupakan pilihan yang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, bayam juga rendah kalori, menjadikannya makanan yang ideal untuk menjaga berat badan.

Salah satu keunggulan utama bayam adalah kandungan lutein dan zeaxanthin yang tinggi. Kedua senyawa ini merupakan jenis antioksidan yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata. Lutein dan zeaxanthin membantu melindungi mata dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, yang dapat menyebabkan berbagai masalah mata seperti degenerasi makula dan katarak.

Teh Hijau

Teh hijau mengandung senyawa polifenol yang dikenal sebagai epigallocatechin gallate (EGCG). Senyawa ini merupakan antioksidan yang kuat dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Konsumsi teh hijau secara teratur dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Makanan Laut

Makanan laut seperti kerang dan rumput laut, bersama dengan biji-bijian, mengandung selenium dan zinc yang kaya akan antioksidan. Zat-zat ini memainkan peran penting dalam metabolisme tubuh dan melindungi tubuh dari dampak negatif radikal bebas.

Strowberi

Stroberi, dengan warna merah cerahnya, mengandung tinggi antosianin. Penelitian telah membuktikan bahwa kandungan antosianin dalam stroberi dapat membantu menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Hal ini dicapai dengan mengurangi kadar kolesterol jahat dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik.

Baca juga: 11 Sayuran Penurun Gula Darah Solusi Pengendali Diabetes

Dark Chocolate

Cokelat hitam dengan kadar kakao tinggi mengandung antioksidan yang kuat, terutama flavonoid. Flavonoid dalam dark chocolate dapat membantu meningkatkan aliran darah, melindungi kulit dari kerusakan sinar matahari, dan meningkatkan fungsi otak.

Mangga

Mangga, sebuah buah berwarna kuning, kaya akan antioksidan polifenol, beta karoten, serat, dan vitamin C. Nutrisi yang terkandung dalam mangga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu penyerapan zat besi, dan baik untuk pencernaan.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan seperti almond, kenari, dan kacang merah mengandung antioksidan seperti vitamin E, selenium, dan flavonoid. Konsumsi kacang-kacangan dapat membantu meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh dan memberikan manfaat kesehatan yang besar.

Baca juga: Tips Ampuh Cara Menghilangkan Jerawat Batu

Kesimpulan

Antioksidan memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh dengan melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Manfaat antioksidan termasuk perlindungan terhadap kerusakan sel, dukungan terhadap sistem kekebalan tubuh, perlambatan proses penuaan, dan perlindungan jantung.

Untuk mendapatkan manfaat ini, penting untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan seperti buah-buahan, sayuran, makanan laut, teh hijau, kacang-kacangan, dan dark chocolate. Dengan memperhatikan asupan antioksidan, kita dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan mengurangi risiko penyakit kronis.

Referensi

  1. Sies, H. (2017). Hydrogen peroxide as a central redox signaling molecule in physiological oxidative stress: Oxidative eustress. Redox biology, 11, 613-619.
  2. Pham-Huy, L. A., He, H., & Pham-Huy, C. (2008). Free radicals, antioxidants in disease and health. International journal of biomedical science: IJBS, 4(2), 89-96.
  3. Halliwell, B., & Gutteridge, J. M. (2015). Free radicals in biology and medicine. Oxford University Press.
  4. Priyadarsini, K. I. (2009). Photophysics, photochemistry and photobiology of curcumin: studies from organic solutions, bio-mimetics and living cells. Journal of Photochemistry and Photobiology C: Photochemistry Reviews, 10(2), 81-95.
  5. Kang, M. H., & Park, Y. K. (2013). The effect of Ginkgo biloba extract on free radical production in hypoxic rat brain. Korean Journal of Physiology & Pharmacology, 17(3), 197-201.
  6. Rietjens, I. M., Boersma, M. G., de Haan, L., Spenkelink, B., & Awad, H. M. (2002). Catechol-O-methyltransferase-mediated bioactivation of the flavonoid catechin. Chemico-biological interactions, 139(3), 319-331.
  7. https://yankes.kemkes.go.id