Manfaat Bengkoang untuk Lambung
Lifestyle

Kandungan Nutrisi dan 3 Manfaat Bengkoang untuk Lambung

Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi merupakan cara yang mudah untuk menjaga kesehatan lambung dan sistem pencernaan. Salah satu makanan sehat yang direkomendasikan untuk kesehatan lambung adalah buah bengkoang. Selain menyegarkan, bengkoang memiliki berbagai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan lambung.

Kandungan Nutrisi Bengkoang

Bengkoang, atau Pachyrhizus erosus, adalah jenis umbi-umbian yang sering digunakan dalam berbagai kuliner, terutama dalam rujak dan asinan. Buah ini memiliki tekstur yang renyah dan rasa yang manis. Berikut adalah kandungan gizi yang terdapat dalam 100 gram buah bengkoang segar menurut Data Komposisi Pangan Indonesia:

  • Energi: 59 kalori
  • Air: 85,1 gram
  • Karbohidrat: 12,8 gram
  • Protein: 1,4 gram
  • Lemak: 0,2 gram
  • Kalium: 244,3 miligram
  • Vitamin C: 20 miligram
  • Fosfor: 18 miligram
  • Kalsium: 15 miligram
  • Natrium: 2 miligram
  • Zat besi: 0,6 miligram
  • Vitamin B3 (niasin): 0,2 miligram
  • Vitamin B2 (riboflavin): 0,1 miligram

Bengkoang juga kaya akan serat, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Manfaat Bengkoang untuk Lambung

Bengkoang dikenal memiliki sejumlah manfaat untuk lambung dan sistem pencernaan secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang disadur dari beberapa sumber ilmiah.

1. Mencegah Sembelit

Serat dalam bengkoang juga bermanfaat untuk mencegah sembelit. Beberapa penelitian menunjukan bahwa serat membantu melancarkan sistem pencernaan dengan meningkatkan volume feses dan mempercepat pergerakan usus. Selain itu, kandungan air dalam bengkoang juga membantu melunakkan feses, sehingga lebih mudah dikeluarkan dari tubuh.

2. Mencegah Naiknya Asam Lambung

Salah satu manfaat bengkoang karena kemampuannya untuk mencegah naiknya asam lambung. Hasil studi ilmiah menunjukan bahwa bengkoang kaya akan serat, yang dapat membantu menurunkan asam lambung di saluran pencernaan. Konsumsi bengkoang secara teratur dapat membantu meredakan gejala maag dan mencegah terjadinya refluks asam.

3. Menjaga Berat Badan Ideal

Bengkoang rendah kalori namun tinggi serat, sehingga dapat membantu menjaga berat badan ideal. Serat dalam bengkoang dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga mengurangi keinginan untuk makan berlebihan. Ini sangat bermanfaat bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Manfaat Tambahan Bengkoang

Selain manfaat utama yang telah disebutkan, bengkoang juga memiliki berbagai manfaat lain bengkoang untuk kesehatan tubuh:

1. Mencegah Dehidrasi

Dengan kandungan air yang tinggi, bengkoang dapat membantu mencegah dehidrasi. Mengonsumsi bengkoang dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan menjaga keseimbangan elektrolit.

2. Menjaga Kesehatan Jantung

Kandungan serat dalam bengkoang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan tekanan darah. Ini dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung dan pembentukan plak pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan aterosklerosis.

3. Menjaga Kesehatan Kulit

Bengkoang kaya akan vitamin C, yang merupakan antioksidan penting untuk kesehatan kulit. Vitamin C membantu dalam produksi kolagen, yang penting untuk menjaga elastisitas dan kekencangan kulit. Selain itu, vitamin C juga dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari dan polusi.

Cara Mengonsumsi Bengkoang

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari bengkoang, penting untuk mengonsumsinya dengan cara yang benar. Berikut beberapa cara mengonsumsi bengkoang yang bisa di coba:

1. Dimakan Langsung

Cara paling sederhana dengan memakan bengkoang segar. Pastikan untuk mencuci dan mengupas bengkoang sebelum dikonsumsi. Kamu bisa memotongnya menjadi irisan atau dadu kecil dan menikmatinya sebagai camilan sehat.

2. Dibuat Jus

Jus bengkoang merupakan cara lain yang menyegarkan untuk menikmati manfaat kesehatan bengkoang. Kamu bisa mencampur bengkoang dengan buah-buahan lain seperti apel atau jeruk untuk menambah rasa. Jus bengkoang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga kaya akan nutrisi yang baik untuk kesehatan lambung dan pencernaan.

3. Dicampur dalam Salad

Bengkoang bisa menjadi tambahan yang menyegarkan dalam salad. Irisan bengkoang dapat menambah tekstur renyah dan rasa manis alami pada salad sayuran atau buah.

4. Digunakan dalam Rujak atau Asinan

Di Indonesia, bengkoang sering digunakan dalam rujak atau asinan. Kedua makanan ini tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan serat dan vitamin.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat bengkoang, kita dapat memanfaatkannya sebagai bagian dari pola makan sehat untuk menjaga kesehatan lambung dan pencernaan. Semoga informasi tentang manfaat bengkoang untuk lambung ini bermanfaat yang dibutuhkan.

Baca juga:

Referensi

  1. Sari, R. A., & Yetty, R. (2022). Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Bengkoang (Pachyrhizus erosus L.) Terhadap Gambaran Histopatologi Lambung Mencit Balb/c yang Diinduksi Lipopolisakarida (LPS). Jurnal Gizi Pangan, 17(1), 43-50.
  2. Sari, N. A., & Irawati, S. (2018). Potensi Bengkoang (Pachyrhizus erosus L.) Sebagai Antiinflamasi dan Analgesik pada Tikus Wistar. Jurnal Farmasi Indonesia, 11(2), 101-106.
  3. Putri, D. I., & Erni, R. (2019). Efektivitas Pemberian Jus Bengkoang (Pachyrhizus erosus L.) terhadap Kadar Asam Lambung pada Penderita Gastritis Akut. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(2), 113-118.
  4. Nurhayati, F., & Arum Sari, D. (2020). Pengaruh Pemberian Bubuk Bengkoang (Pachyrhizus erosus L.) terhadap Kadar Enzim Pepsin dan Gastrin pada Tikus Wistar yang Diinduksi Ulkus Lambung dengan Natrium Salisilat. Jurnal Gizi dan Pangan, 15(1), 53-58.
  5. Agustina, R., & Sari, R. I. (2021). Pengaruh Pemberian Ekstrak Bengkoang (Pachyrhizus erosus L.) terhadap Gambaran Histopatologi Lambung pada Tikus Wistar yang Diinduksi Ulkus Lambung dengan Natrium Salisilat. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(1), 43-48.
  6. Sari, D. I., & Erni, R. (2022). Efektivitas Pemberian Jus Bengkoang (Pachyrhizus erosus L.) terhadap Gejala Klinis Gastritis Akut. Jurnal Kesehatan Andalas, 9(1), 23-28.