Sejarah Geopark Merangin dimulai jauh sebelum manusia menghuni bumi, tepatnya ketika kawasan ini masih berupa dasar laut purba dan hutan raksasa pada periode Permian Awal, sekitar 290 hingga 300 juta tahun yang lalu. Saat ini, kamu dapat menyaksikan sendiri bukti-bukti geologis tersebut di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, sebuah kawasan yang telah diakui dunia sebagai UNESCO Global Geopark sejak 24 Mei 2023.
Perjalanan panjang Geopark Merangin terekam jelas dalam stratigrafi atau susunan batuan yang terhampar di sepanjang aliran Sungai Batang Merangin dan Sungai Mengkarang. Batuan tertua di sini termasuk dalam Formasi Mengkarang, yang menyimpan Fosil Flora Jambi yang legendaris. Para ilmuwan pertama kali menemukan kekayaan fosil ini pada tahun 1926, dan sejak saat itu, kawasan ini dikenal sebagai laboratorium alam yang mewakili ekosistem Permian Awal terbaik dan terlengkap di dunia.
Keunikan sejarah geologi Merangin tidak hanya berhenti di situ. Proses tektonik selama jutaan tahun turut membentuk lanskap dramatis yang dapat kamu saksikan sekarang. Aktivitas subduksi lempeng purba menciptakan formasi batuan yang kompleks, mulai dari batuan sedimen, batuan beku granitoid, hingga batuan metamorf. Kompleks Gunung Masurai, dengan kawah dan danau vulkaniknya, menambah kekayaan geodiversitas kawasan ini, menjadikannya rumah bagi berbagai bentang alam seperti kekar kolom (columnar joints), air terjun bertingkat, hingga gua-gua karst yang menyimpan artefak prasejarah.
Warisan Geologi yang Mendunia

Sebagai Taman Bumi Global UNESCO, Geopark Merangin Jambi mengusung tema utama “Warisan Fosil Flora dan Fauna Permian Awal”. Tema ini merujuk pada kekayaan paleontologis yang tersebar di kawasan seluas 4.832,31 km² ini, meliputi 12 kecamatan di Kabupaten Merangin.
Beberapa situs geologi ikonik yang menjadi saksi bisu sejarah panjang bumi antara lain:
- Fosil Kayu Teluk Gedang: Batang pohon purba jenis Araucarioxylon yang telah membatu, berdiri tegak dengan akar yang masih utuh. Tingginya mencapai 2,4 meter dengan diameter 1,6 meter, menjadi bukti nyata keberadaan hutan raksasa pada 290 juta tahun lalu.
- Fosil Daun Muara Karing: Di lokasi ini, kamu dapat menemukan fosil daun dari jenis Macralethopterid, Pecopterid, dan Cordaites yang terawetkan dengan sempurna di lapisan batuan.
- Fosil Brachiopoda Mengkarang: Kumpulan fosil hewan laut seperti Brachiopoda dan Krinoid ini menunjukkan bahwa kawasan Merangin dulunya pernah terendam laut dangkal yang dekat dengan busur vulkanik.
- Prasasti Batu Bertulis Karang Berahi: Selain warisan geologi, geopark ini juga melindungi warisan budaya, yaitu prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 M yang ditemukan di tepi Batang Merangin.
Keanekaragaman Hayati dan Budaya

Geopark Merangin tidak hanya kaya akan geodiversitas, tetapi juga biodiversitas dan culturediversity. Kawasan ini menjadi habitat bagi lebih dari 4.000 spesies tumbuhan dan 372 spesies fauna, termasuk spesies langka dan dilindungi seperti Harimau Sumatera, Tapir, serta bunga raksasa Rafflesia arnoldii. Flora endemik seperti Pinus Kerinci, Bulian, dan Meranti juga tumbuh subur di kawasan hutan adat seperti Hutan Adat Guguk dan Hutan Adat Serampas Rantau Kermas.
Masyarakat lokal, yang masih memegang teguh tradisi, tinggal di perkampungan tradisional seperti Rumah Tuo Rantau Panjang yang telah berdiri sekitar 400 tahun lalu. Mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem geopark, berperan aktif dalam konservasi dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (geotourism).
Menjelajahi Geopark Merangin

Bagi kamu yang tertarik untuk merasakan langsung pengalaman menjelajahi sejarah bumi, Geopark Merangin menawarkan berbagai aktivitas menarik. Kamu bisa melakukan arung jeram sambil mengamati fosil-fosil yang tertanam di tebing sepanjang sungai. Trekking ke air terjun seperti Air Terjun Sigerincing atau Air Terjun Mukus akan membawamu menyaksikan langsung struktur batuan hasil letusan kuno Gunung Masurai.
Jika kamu lebih suka belajar di dalam ruangan, kunjungi Pusat Informasi Geopark Merangin (Museum Geopark Merangin) di Bangko. Museum ini menyimpan koleksi fosil, batuan berusia 70 hingga 300 juta tahun, serta berbagai benda budaya khas Jambi. Untuk akomodasi, tersedia homestay di desa-desa sekitar seperti Desa Air Batu, yang memungkinkan kamu berinteraksi langsung dengan keramahan masyarakat lokal.
Geopark Merangin adalah bukti nyata bahwa bumi menyimpan memori yang tak ternilai. Melalui pelestarian dan pengelolaan berkelanjutan, warisan ini tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga milik dunia.
Google Map Lokasi Geopark Merangin
Yuk, bagikan artikel ini ke teman-temanmu agar mereka juga tahu bahwa Indonesia memiliki ‘jendela waktu’ raksasa berusia 300 juta tahun di Jambi!
Baca juga:
- Menelusuri Sejarah Candi Muaro Jambi, Kompleks Percandian Buddha Terluas di Asia Tenggara
- 6 Misteri Gunung Kerinci Yang Masih Berkembang di Masyarakat
- Danau Kaco: Pesona Air Bercahaya, Legenda Mistis, dan Rute
- Desa Penglipuran: Sejarah, dan Keunikan Desa Terbersih di Dunia
Referensi
- Prayudi, D., dkk. (2017). Geological history of Mengkarang formation for enhancing the geodiversity of Merangin Geopark. International Symposium on Current Progress in Mathematics and Sciences 2016 (ISCPMS 2016), AIP Conference Proceedings, 1862(1), 030016. DOI: 10.1063/1.4991270
- Sukmono, T., Nugraha, A. P., Ritonga, M., Utomo, P. E., Sulistiono, S., & Ghazali, S. Z. (2025). Ichthyofauna Biodiversity in the Merangin Geopark Area, Jambi Indonesia. Proceedings of the 3rd International Seminar on Fish and Fisheries Sciences (ISFFS 2025), Atlantis Press, hlm. 101-112. DOI: 10.2991/978-94-6463-942-1_10
- Deliana, S. A., Ramadani, N. D., Angkat, S., Misnawati, M., Ritonga, M., & Agus, A. (2024). Geological Disaster Mitigation In Air Batu Village, Merangin Jambi Geopark UGGP Area. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1424(1), 012030. DOI: 10.1088/1755-1315/1424/1/012030
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa yang dimaksud dengan Geopark Merangin Jambi UNESCO Global Geopark?
Geopark Merangin Jambi adalah sebuah kawasan taman bumi di Kabupaten Merangin yang telah diakui UNESCO pada 2023 karena memiliki warisan geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (culturediversity) yang dikelola secara terpadu untuk konservasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
2. Di mana lokasi tepatnya dan bagaimana cara menuju ke sana?
Geopark ini terletak di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, membentang di 12 kecamatan. Pusat aksesnya adalah Kota Bangko, ibu kota kabupaten. Dari Kota Jambi, kamu bisa menempuh perjalanan darat sekitar 5-6 jam menggunakan bus atau travel menuju Bangko, lalu melanjutkan perjalanan ke situs-situs geologi yang tersebar .
3. Apa saja daya tarik utama yang bisa ditemukan di Geopark Merangin?
Daya tarik utamanya adalah fosil flora dan fauna berusia 290-300 juta tahun (seperti Fosil Kayu Teluk Gedang dan Fosil Daun Muara Karing), pemandangan alam vulkanik Gunung Masurai (kawah, danau, air terjun), gua-gua karst (Gua Tiangko, Gua Sengering), serta situs budaya seperti Prasasti Karang Berahi dan perkampungan tradisional.
4. Apa itu Fosil Flora Jambi dan mengapa begitu penting?
Fosil Flora Jambi adalah kumpulan fosil tumbuhan purba yang ditemukan di kawasan Geopark Merangin. Fosil-fosil ini mewakili ekosistem daratan tertua di kawasan ini, bahkan lebih tua dari umur Pulau Sumatera itu sendiri. Keberadaannya yang lengkap dan terawetkan dengan baik menjadikannya sangat penting bagi ilmu pengetahuan dunia.
5. Apa saja fasilitas yang tersedia untuk wisatawan?
Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, meliputi Pusat Informasi Geopark (museum) di Bangko, homestay di desa-desa seperti Air Batu, toilet, musala, serta penyewaan perahu karet untuk aktivitas arung jeram. Tersedia juga pemandu lokal yang siap menemani eksplorasi kamu ke situs-situs geologi.










