Manfaat jamur tiram
Lifestyle

Efek Samping dan 10 Manfaat Jamur Tiram untuk Kesehatan

Manfaat jamur tiram – Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jenis jamur yang digolongkan dalam kelompok Basidiomycota dan termasuk dalam kelas Homobasidiomycetes, jamur ini memiliki ciri-ciri tubuh buah yang berwarna putih hingga krem, dengan tudung yang berbentuk setengah lingkaran menyerupai cangkang tiram yang sedikit cekung di bagian tengahnya. Jamur tiram memiliki kerabat dekat yaitu Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.

Klasifikasi ilmiah Jamur Tiram:

  • Kerajaan: Fungi
  • Kelas: Homobasidiomycetes
  • Ordo: Agaricales
  • Famili: Tricholomataceae
  • Genus: Pleurotus
  • Spesies: P. ostreatus
  • Nama binomial: Pleurotus ostreatus

Jamur Tiram

Tubuh buah dari jamur tiram memiliki ciri khusus, yaitu tangkainya yang tumbuh menyamping (dalam bahasa Latin disebut pleurotus) dan bentuknya menyerupai tiram (ostreatus), sehingga jamur ini diberi nama binomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung dari jamur ini dapat bervariasi dalam warna, mulai dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin. Diameter tudungnya berkisar antara 5 hingga 20 cm dan tepi tudungnya cenderung halus dengan sedikit berlekuk. Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang dengan ukuran sekitar 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang mampu tumbuh dengan cepat.

Di alam liar, jamur tiram sering ditemukan sepanjang tahun di hutan pegunungan yang memiliki iklim sejuk.Tubuh buah jamur ini sering terlihat tumbuh berkelompok di permukaan batang pohon yang telah membusuk atau pada sisa-sisa batang pohon yang sudah ditebang, karena jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur kayu. Oleh karena itu, saat membudidayakan jamur ini, substrat yang digunakan harus mencerminkan habitat alaminya. Media yang umum digunakan untuk menghasilkan jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu, yang merupakan limbah dari proses pemotongan kayu.

Budidaya Jamur Tiram

Dalam budidaya jamur tiram, suhu udara memiliki peran yang sangat penting untuk mencapai pertumbuhan buah yang optimal. Secara umum, suhu yang ideal untuk pertumbuhan jamur tiram terbagi menjadi dua fase, yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22 – 28 °C dengan kelembapan sekitar 60 – 70%, dan fase pembentukan tubuh buah yang memerlukan suhu udara antara 16 – 22 °C.

Selain suhu udara, tingkat keasaman media juga memengaruhi pertumbuhan jamur tiram secara signifikan. Jika pH media terlalu rendah atau terlalu tinggi, pertumbuhan jamur akan terhambat, bahkan dapat menyebabkan pertumbuhan jamur lain yang mengganggu jamur tiram itu sendiri. Oleh karena itu, tingkat keasaman pH media perlu dijaga agar berada dalam kisaran pH 6 – 7, dan hal ini dapat diatur dengan menggunakan kapur (kalsium karbonat).

Kondisi-kondisi tersebut lebih mudah dicapai di daerah dataran tinggi, khususnya pada ketinggian sekitar 700–800 m di atas permukaan laut. Namun, budidaya jamur di daerah dataran rendah juga memungkinkan, asalkan lingkungan penyimpanan dapat diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan jamur.

Serat pada jamur tiram bahkan memiliki kemiripan dengan serat pada daging ayam, oleh karena itu sering dijadikan alternatif pengganti daging. Menariknya, Jamur Tiram memiliki beragam manfaat kesehatan selain kelezatannya!

Jamur tiram mengandung berbagai vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Jamur berwarna putih ini juga rendah lemak dan kalori, menjadikannya opsi makanan sehat.

Kandungan Nutrisi Jamur Tiram

Berikut adalah perkiraan kandungan gizi jamur tiram per 100 gram:

  1. Kalori: 22-28 kalori
  2. Protein: 2-3 gram
  3. Karbohidrat: 3-4 gram
  4. Serat: 1-2 gram
  5. Lemak: kurang dari 1 gram
  6. Vitamin:
    • Vitamin D
    • Vitamin B2 (Riboflavin)
    • Vitamin B3 (Niacin)
    • Vitamin B5 (Asam pantotenat)
    • Vitamin B6 (Piridoksin)
    • Folat
  7. Mineral:
    • Kalium: 300-400 mg
    • Fosfor: 80-100 mg
    • Selenium: 5-10 mikrogram
    • Zat besi: 0,5-1 mg
    • Magnesium: 9-10 mg

Selain kandungan gizi di atas, jamur tiram juga mengandung senyawa antioksidan seperti ergothioneine dan glutation, yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif.

Perlu diingat bahwa nilai-nilai ini dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti metode budidaya, jenis tanah, dan paparan sinar matahari. Jadi, angka-angka di atas hanya sebagai panduan umum. Jamur tiram adalah makanan yang sehat dan rendah kalori, sehingga dapat menjadi pilihan yang baik dalam diet Anda.

Baca juga: 15 Manfaat Buah Alpukat untuk Kesehatan

Manfaat Jamur Tiram untuk Kesehatan

Manfaat Jamur Tiram
Sumber gambar: Sajian Sedap

Jamur tiram adalah jenis jamur yang memiliki sejumlah manfaat kesehatan dan gizi. Berikut adalah beberapa manfaat jamur tiram.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Jamur tiram juga mengandung senyawa polisakarida yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melawan infeksi.

Pencegahan Pertumbuhan Kanker

Temuan dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dan beta glukan yang terkandung dalam jamur tiram memiliki sifat antikanker yang dapat menghambat perkembangan dan penyebaran sel-sel kanker.

Membantu Program Diet

Selain kaya serat, jamur tiram rendah lemak sangat cocok untuk dikonsumsi oleh individu yang tengah mengikuti program diet. Diet yang kaya serat dan rendah lemak dapat berkontribusi dalam upaya menurunkan berat badan berlebihan.

Namun, penting untuk diingat bahwa penurunan berat badan tidak hanya tergantung pada konsumsi jamur tiram semata. Manfaat ini dapat diperoleh dengan menggabungkan pola hidup sehat yang tepat.

Kaya Antioksidan

Jamur tiram juga mengandung beragam senyawa antioksidan seperti flavonoid dan fenolat. Antioksidan adalah komponen penting dalam melawan radikal bebas, yang telah terkait dengan berbagai penyakit termasuk kanker. Penelitian ilmiah telah mengkonfirmasi bahwa jamur tiram memiliki konsentrasi antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas jamur budidaya lainnya. Inilah alasan mengapa jamur tiram sering dimasukkan ke dalam banyak suplemen makanan.

Jamur yang dapat dikonsumsi, seperti jamur tiram, juga merupakan sumber yang kaya akan ergothionein. Ergothionein adalah jenis asam amino yang memiliki kekuatan sebagai antioksidan yang tangguh.

Baca juga: 12 Manfaat Teh Tawar untuk Kesehatan

Mengurangi Risiko Diabetes

Tidak hanya bermanfaat untuk memelihara kesehatan dan fungsi jantung, kandungan beta glukan yang ada dalam jamur tiram juga mampu mengatur tingkat glukosa darah, menjadikannya pilihan yang baik dan aman bagi individu yang menderita diabetes tipe 2.

Lebih dari itu, kemampuannya dalam menjaga tingkat glukosa darah juga dapat mengurangi risiko terkena diabetes, terutama jika Anda memiliki faktor risiko terhadap penyakit diabetes.

Memelihara Kesehatan Jantung

Kadar kolesterol dan tekanan darah yang tinggi telah diakui sebagai dua faktor yang secara signifikan berkontribusi terhadap penyakit jantung. Konsumsi jamur tiram dapat membantu mengurangi tingkat kedua faktor ini, menjaga kesehatan jantung tetap optimal.

Jamur tiram mampu mengurangi kolesterol berkat kandungan beta-glukan, suatu serat yang membentuk struktur sel ragi dan jamur. Saat diolah oleh bakteri di usus, beta-glukan menghasilkan asam lemak rantai pendek yang efektif mengurangi produksi kolesterol dalam tubuh Anda.

Menurunkan Kolesterol

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jamur tiram dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.

Mendukung Kesehatan Otak

Kolin, yang terdapat dalam jamur tiram, adalah nutrisi yang penting untuk kesehatan otak dan sistem saraf.

Melawan Radikal Bebas

Hasil penelitian mengungkap bahwa kadar antioksidan dalam jamur tiram lebih tinggi dibandingkan dengan varietas jamur lain seperti jamur kancing atau jamur merang.

Tingginya kandungan antioksidan di dalam jamur tiram diyakini memiliki kapabilitas untuk melawan radikal bebas, yang berkontribusi pada munculnya berbagai penyakit kronis. Tambahan pula, antioksidan memiliki peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah gejala penuaan kulit.

Meningkatkan Metabolisme

Sebuah studi telah menyelidiki dampak konsumsi jamur dalam konteks makanan terhadap masalah obesitas. Berdasarkan temuan penelitian tersebut, ternyata mengonsumsi jamur secara teratur terbukti efektif dalam mengatasi sindrom metabolik, termasuk masalah obesitas.

Baca juga: Cara Balik Nama Motor 2023 Berikut Persyaratan dan Biaya

Efek Samping Jamur Tiram

Meskipun penuh dengan manfaat, penting juga untuk mengetahui bahwa jamur tiram memiliki beberapa efek samping yang perlu diwaspadai. Bagi individu yang memiliki alergi terhadap jenis jamur, sebaiknya menghindari konsumsi jamur tiram. Selain itu, jamur tiram mengandung arabitol dalam jumlah yang terbatas, yaitu sejenis alkohol gula yang dapat memicu masalah pencernaan pada sebagian orang.

Kesimpulan

Jamur tiram yang rendah kalori dan kaya nutrisi, kandungan serat, protein, serta berbagai vitamin dan mineral membuatnya baik untuk kesehatan. Keberadaan antioksidan membantu melawan radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. Jamur tiram juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung, mengontrol kadar gula darah, dan mengurangi risiko diabetes. Konsumsi jamur tiram secara teratur dapat memberikan manfaat yang signifikan, asalkan diimbangi dengan gaya hidup sehat.

Referensi

  1. Stamets, P. (2005). MycoMedicinals: An Informational Treatise on Mushrooms. MycoMedia Productions.
  2. Yang, B. K., Park, J. B., Song, C. H., & Sung, J. M. (2007). Hypoglycemic effects of exo-biopolymers produced by submerged mycelial culture of higher fungi in STZ-induced diabetic rats. Archives of Pharmacal Research, 30(8), 963-968.
  3. Jeong, S. C., Jeong, Y. T., Yang, B. K., Islam, R., Koyyalamudi, S. R., & Pang, G. (2010). White button mushroom (Agaricus bisporus) lowers blood glucose levels and improves hepatic insulin sensitivity in diabetic KK-Ay mice. Journal of medicinal food, 13(5), 1100-1107.
  4. Feeney, M. J., Miller, A. M., Roupas, P., & Mauk, P. (2014). The chemistry behind antioxidant capacity assays. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 62(22), 5415-5420.
  5. Valverde, M. E., Hernandez-Perez, T., & Paredes-Lopez, O. (2015). Edible mushrooms: improving human health and promoting quality life. International journal of microbiology, 2015.