Efek makan daging kambing
Lifestyle

8 Efek Makan Daging Kambing secara Berlebihan Bagi Kesehatan

Efek makan daging kambing – Daging kambing merupakan varian daging merah yang mendapat penerimaan luas dari penduduk Indonesia. Nutrisi seperti protein, zat besi, vitamin B12, dan mineral lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan, turut hadir dalam daging kambing. Namun, perlu diingat bahwa konsumsi yang berlebihan dari daging kambing juga memiliki potensi dampak negatif terhadap kesehatan.

Efek Makan Daging Kambing secara Berlebihan

Efek Makan Daging Kambing secara Berlebihan

Berikut beberapa kemungkinan efek makan daging kambing yang mungkin timbul apabila asupan daging kambing tidak terkontrol yang disadur dari beberapa sumber.

1. Berpotensi Mendorong Kemunculan Kanker

Perlu diingat bahwa mengonsumsi daging kambing secara berlebihan dapat berpotensi meningkatkan risiko terkena kanker. Saat daging kambing diproses pada suhu yang tinggi, seperti melalui penggorengan atau pemanggangan, ada kemungkinan terbentuknya senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik, termasuk hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dan amina heterosiklik (HCA).

2. Gangguan Pencernaan

Pemakaian berlebihan daging kambing juga berpotensi menimbulkan masalah pencernaan, seperti rasa mual, muntah, diare, atau kesulitan buang air besar. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kandungan serat dalam daging kambing yang membuatnya sulit dicerna oleh sistem pencernaan. Selain itu, bagi individu dengan kondisi seperti gastritis, maag, atau kolitis, daging kambing bisa mengakibatkan peradangan pada lambung atau usus. Untuk menghindari masalah ini, bijaksanalah dalam mengonsumsi daging kambing dengan porsi yang sesuai dan seimbangkan dengan konsumsi sayuran atau buah-buahan yang tinggi serat.

3. Berat Badan Meningkat

Tidak kalah pentingnya, jika daging kambing dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, maka potensi risiko kelebihan berat badan bisa meningkat. Meskipun daging kambing adalah sumber protein hewani yang memberikan rasa kenyang yang tahan lama, perlu diingat bahwa daging ini juga mengandung kalori yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur bisa berpotensi mengakibatkan peningkatan berat badan.

4. Hipertensi

Kelebihan konsumsi daging kambing juga dapat menyebabkan timbulnya masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Faktanya, daging kambing mengandung natrium atau garam yang dapat memicu kenaikan tekanan darah. Selain itu, lemak jenuh dan kolesterol yang terdapat dalam daging kambing memiliki potensi untuk menyempitkan pembuluh darah, menghambat aliran darah ke organ-organ penting. Risiko terkena hipertensi berdampak serius, termasuk mungkin timbulnya komplikasi serius seperti gagal jantung, masalah ginjal, atau stroke.

5. Bau Napas

Bau napas yang kurang sedap dapat menjadi dampak umum dari konsumsi berlebihan daging kambing. Seperti diketahui, daging kambing mengandung proporsi lemak dan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan karbohidrat.

Oleh karena itu, jika asupan daging kambing melebihi batas yang seharusnya, tubuh akan cenderung menguraikan lemak sebagai sumber energi, menggantikan penggunaan karbohidrat. Proses penguraian lemak ini dapat menghasilkan peningkatan senyawa keton dalam tubuh, yang berakibat pada bau napas yang tidak enak.

6. Gejala Pusing atau Nyeri Kepala

Anda mungkin telah mengalami sensasi pusing atau nyeri kepala setelah mengonsumsi daging kambing. Namun, hal ini tidak terjadi begitu saja. Daging kambing mengandung zat purin yang termasuk dalam kategori asam amino. Zat purin kemudian diubah menjadi asam urat dalam tubuh. Jika kadar asam urat dalam darah meningkat, dapat menyebabkan akumulasi kristal asam urat di persendian atau ginjal.

Kumpulan kristal asam urat ini mampu memicu peradangan dan ketidaknyamanan pada persendian (asam urat) atau bahkan menyebabkan pembentukan batu ginjal. Selain itu, peningkatan asam urat juga memiliki potensi memicu pelepasan hormon stres yang dapat berkontribusi pada timbulnya sensasi pusing atau sakit kepala.

7. Sulit Buang Air Besar

Dampak konsumsi berlebihan daging kambing adalah potensi menghadirkan gangguan pencernaan, termasuk masalah sembelit. Ini disebabkan oleh rendahnya kandungan serat dalam daging kambing, yang dapat menghasilkan tinja yang keras dan sulit dikeluarkan.

Selain itu, tingginya kandungan protein dalam daging kambing juga berkontribusi pada sulitnya pencernaan oleh tubuh, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi aktivitas pergerakan usus, terutama jika daging dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

8. Mengalami Kefleksibilitasan dan Keletihan

Efek tambahan dari konsumsi berlebihan daging kambing adalah mengakibatkan sensasi kefleksibilitasan dan keletihan. Hal ini disebabkan oleh perlunya energi dan oksigen yang signifikan dalam proses pencernaan protein dari daging kambing. Jika Anda memakan daging kambing dalam jumlah berlebihan, tubuh akan mengalami kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan untuk menjaga stamina dan kesehatan yang baik. Hasilnya, Anda mungkin merasa lelah, lemah, cenderung mengantuk, dan memiliki keterbatasan dalam konsentrasi.

Gaya Hidup Sehat dalam Mengonsumsi Daging Kambing

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, mengonsumsi daging kambing secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan. Oleh karena itu, untuk menghindari efek negatif dari konsumsi yang berlebihan, ada beberapa panduan gaya hidup sehat yang dapat diterapkan saat mengonsumsi daging kambing, yaitu:

  • Memilih daging kambing yang segar, dengan ciri-ciri warna merah cerah dan tekstur kenyal.
  • Memilih bagian tubuh kambing yang memiliki kadar lemak yang lebih rendah.
  • Mengatur konsumsi daging kambing dalam batas yang sesuai.
  • Menghilangkan lemak yang terdapat pada daging sebelum mengolahnya.
  • Mengolah daging kambing dengan cara yang lebih sehat, seperti memanggang atau merebus.
  • Menyertakan sayuran dalam konsumsi daging kambing untuk membantu mengurangi penyerapan kolesterol berlebih dalam tubuh.

Mengonsumsi daging kambing dalam porsi yang tepat dan dengan pemilihan bagian yang sehat adalah kunci untuk menjaga keseimbangan dalam pola makan. Terlalu banyak makan daging kambing dapat mengakibatkan dampak buruk seperti risiko kanker, gangguan pencernaan, hipertensi, dan kelelahan. Oleh karena itu, bijaksanalah dalam mengatur asupan daging kambing dan selalu berimbang dengan pola makan yang sehat dan aktifitas fisik yang cukup.

Baca juga:

Referensi

  1. Afid, M. D., & Nurmasitoh, T. (2016). Efek konsumsi daging kambing terhadap tekanan darah. Jurnal Kesehatan Masyarakat10(185-90).
  2. Saidin, M. (1999). Kandungan kolesterol dalam berbagai bahan makanan hewani. Buletin Penelitian Kesehatan27(2).
  3. ANGELIA, U. H. (2013). EVALUASI NILAI NUTRISI, KUALITAS DAGING DAN ASPEK EKONOMIS DARI TERNAK DOMBA YANG MENGKONSUMSI RANSUMDENGAN SUPLEMENTASI MINERAL Se DAN VITAMIN E (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).
  4. Listiyana, A. D., Mardiana, M., & Prameswari, G. N. (2013). Obesitas sentral dan kadar kolesterol darah total. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat9(1), 37-43.
  5. https://www.siloamhospitals.com